UMKM Sektor Tangguh saat Pandemi, Jadi Pilar Perekonomian RI

Rabu, 06 Oktober 2021 : 22.55

 

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra/Dok. Humas Pemprov Bali

Denpasar –  Dari berbagai pengalaman beberapa periode menghadapi berbagai tantangan UMKM merupakan satu sektor kekuatan ekonomi yang sangat tangguh sehingga bisa menjadi pilar perekonomian Indonesia. 

Sektor - sektor yang lain terpengaruh sangat serius ketika menurunnya sektor pariwisata, tapi UMKM kita bisa tetap eksis. 

"Mereka membutuhkan support dari kita semua untuk mendapatkan kesempatan yang lebih luas dalam perekonomian, mulai peningkatan kapasitas, kualitas produk, kualitas packaging, serta akses pasar. Jadi harus kita perkuat," tandas .ekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra.

Indra menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada semua pihak terutama Bank Indonesia atas inisiasinya dalam penyelenggaraan satu even yang mendorong kemajuan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Bali untuk tetap hidup dan maju ditengah - tengah terjadinya pandemi Covid - 19 yang menyebabkan ekonomi masyarakat Bali terpuruk. 

Hal itu disampaikan Indra saat mewakili Gubernur Bali pada acara Bali Jagathita Cukture Week (BJCW) 2021, yang dilaksanakan secara daring dan luring di Ruang Theatre Lt. III Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Rabu (6/10/2021). 

Kegiatan ini semakin penting untuk hari ini dan kedepan, mendorong UMKM Bali semakin berkembang, semoga kegiatan ini mencapai manfaat sesuai yang diharapkan bersama.

Pengalaman Bali yang selalu mengandalkan sektor pariwisata, namun sangat rentan dengan berbagai hal yang menyebabkan guncangan terhadap pariwisata Bali mulai gangguan politik, bencana alam, bahkan kesehatan, dan sebagainya. 

Sehingga sektor lainnya penopang ekonomi Bali pun ikut terpengaruh. Seperti halnya pandemi Covid - 19 yang melanda hampir 2 tahun, menyebabkan pertumbuhan ekonomi Bali berkontraksi cukup dalam. 

"Hal ini menjadi pandangan bagi Bali untuk mengembangkan sektor lainnya," sambungnya. 



Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno menyampaikan selamat atas terselenggaranya kegiatan tersebut dalam mendukung pemberdayaan sektor riil terutama UMKM, sekaligus dukungan terhadap Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI). 

"Saya percaya dengan bangga berwisata di Indonesia dan bangga gunakan produk buatan Indonesia, saya yakin ekonomi Bali dan Ekonomi Indonesia akan segera pulih," bebernya. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menambahkan, kegiatan diharapkan mendorong UMKM untuk lebih berkembang, tidak hanya bagi UMKM binaan dan mitra binaan Bank Indonesia saja, tetapi juga untuk seluruh UMKM di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

"Bank Indonesia juga berharap sinergitas seluruh pihak untuk memfasilitasi UMKM agar berkembang dan mandiri sehingga menjadi pilar perekonomian Indonesia yang kokoh untuk mewujudkan Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh," katanya menegaskan.

Sesuai strategi pengembangan UMKM, acara ini juga berusaha untuk meningkatkan kapasitas UMKM berorientasi ekspor melalui talkshow (fesyen dan kopi), serta kapasitas pemasaran dan pembayaran digital melalui on boarding UMKM.

Pada puncak acara tersebut juga dilaksanakan seremoni pelepasan ekspor UMKM sebagai bentuk apresiasi kepada UMKM yang telah berhasil melakukan ekspor, serta peluncuran aplikasi Digital Fitting Room yang merupakan inovasi agar kain tradisional dapat lebih diterima oleh generasi muda. 

BJCW menampilkan  fashion show yang merupakan kolaborasi antara UMKM tenun dan desainer nasional. Untuk lebih menghibur peserta, acara turut dimeriahkan dengan pameran oleh 21 UMKM yang terdiri dari UMKM kerajinan, kain, kuliner, dan desain grafis. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi