Survei Capres 2024: Salip Anies Baswedan, Ridwan Kamil Pepet Prabowo dan Ganjar

Jumat, 08 Oktober 2021 : 20.20

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil./Dok.Tim Komunikasi Ridwan Kamil
Bandung -  Nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam sebuah survei Capres 2024 terus mendapat dukungan publik mengungguli tokoh Anies Baswedan dan Sandiaga Uno bahkan mulai memepet Prabowo Subianto maupun Ganjar Pranowo.

Melonjaknya nama Kang Emil, biasa dipanggil, seiring dukungan masyarakat yang mengapresiasi kinerjanya selama ini.

Sebagaimana terlihat dari survei Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research, terkait elektabilitas calon presiden 2024, Kang Emil mendapat dukungan publik demikian besar.

Kang Emil,  meraih skor elektabilitas 13,8 persen. Jauh di atas Anies Baswedan 7,5 persen, Sandiaga Uno 6,9 persen, dan AHY 6,4 persen. 

Sementara Khofifah Indar Parawansa dan Puan Maharani, masing-masing hanya mengumpulkan 1,7 persen dan 1,5 persen.

Sebanyak 1.200 responden dilibatkan survei ini, rentang 21-30 September 2021. Responden diwawancarai via telepon secara acak di berbagai daerah di Indonesia.

Menurut peneliti indEX Research, Hendri Kurniawan mengungkapkan, pihaknya memonitor 13 nama tokoh yang diprediksi masuk bursa calon presiden (capres) tahun 2024. 

Selain Ridwan Kamil, ada Prabowo, Ganjar, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

“Ganjar, Prabowo, dan RK menguasai tiga besar calon presiden, sedangkan Puan dan Airlangga merayap di papan bawah,” katanya dalam siaran tertulis, Kamis (7/10/2021)..

Para tokoh lainnya yang masuk daftar, sesuai hasil survei indEX, ada Menteri Sosial RI Tri Rismaharini, Menteri BUMN Erick Thohir, Plt Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia Giring Ganesha, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD.

Atas hasil survei, Hendri menegaskan, elektabilitas Ganjar dan Ridwan Kamil cenderung naik, sebaliknya Prabowo mulai turun. 

"Hal ini memastikan kompetisi yang ketat antara Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo, dalam bursa capres 2024," sambungnya.

Meski demikian, lanjut Hendri, kans Prabowo maju sebagai capres masih jauh lebih besar, karena dia menjabat sebagai ketua umum partai politik. 

“Sementara Ganjar cenderung mendapat tekanan dari partainya sendiri, PDI Perjuangan,” tuturnya. 

Secara terpisah, pengamat politik dari Universitas Padjajaran (Unpad), Firman Manan SIP MA menilai, apresiasi publik atas kinerja Kang Emil selama ini sebagai Gubernur Jawa Barat, turut mendongkrak popularitas sekaligus elektabilitasnya. 

“Ini (elektabilitas yang unggul) kembali kepada faktor kinerja positif yang ditorehkan Kang Emil,” ungkapnya.

Sosok menteri dan ketua umum parpol dalam survei ditampilkan bersama dengan kepala daerah, karena memang mereka yang mudah dikenal publik sebagai bahan survei.

Karenanya, cukup wajar, Kang Emil diadu dengan menteri atau ketum parpol. Ini menunjukkan, elektabilitas seseorang bermula dari dikenalnya figurnya di   masyarakat.

Soal figur Kang Emil sebagai politisi yang bukan anggota parpol mana pun, Firman menyebutkan, hal itu jadi kelebihan lain Kang Emil. Sebab bisa didukung oleh kekuatan parpol mana pun pada helatan Pilpres 2024. 

“Bahkan elektabilitas Kang Emil lebih unggul dari ketum parpol. Sehingga Kang Emil akan leluasa dan terbuka menerima dukungan partai mana saja,” paparnya. (*/rhm)


Bagikan Artikel

Rekomendasi