SheHacks dan KICKS Berkolaborasi Dorong Perempuan Membantu Melawan Kanker Serviks

Senin, 11 Oktober 2021 : 14.04
VP-Head of Strategic Communication Management Indosat Ooredoo, M. Firdaus Pratama (tengah), Perwakilan Rubylicious, Monita Christiani (kiri), dan Koordinator Rumah Singgah CISC, Megawati Tanto (kanan) pada saat penyerahan donasi kepada Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) di Jakarta (11/10)/Dok. Indosat Ooredoo.

Jakarta - Bekerjasama dengan Rubylicious dan KICKS, SheHacks 2021 membangun kolaborasi untuk mendorong perempuan Indonesia membantu perempuan lain melawan kanker serviks.

Indosat Ooredoo, perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, hari ini menyelenggarakan acara serah terima dan penutupan program SheHacks 'Shop-for-a-Cause', sebuah inisiatif kolaboratif untuk memberdayakan lebih banyak perempuan Indonesia di bidang kesehatan.

Penyerahan donasi kepada Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) menandai penutupan program kerja sama tersebut, Senin (11/10/2021). 

Dengan membeli barang berwarna pink di situs resmi brand fashion wanita, Rubylicious atau toko offline, 10% dari hasil penjualan akan secara otomatis dikonversi untuk donasi. Inisiatif tersebut langsung mendapat banyak dukungan, dan lebih dari 1.300 item berhasil terjual.

SVP – Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo, Steve Saerang, mengatakan,SheHacks 2021 hadir dengan tujuan sederhana: memberdayakan lebih banyak perempuan di bidang teknologi dalam memberikan kontribusi besar untuk mengurangi kesenjangan gender yang kami temukan di hampir setiap aspek kehidupan. 

"Hari ini kita melihat bagaimana perempuan dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat dengan memberi mereka kesempatan untuk meningkatkan peran mereka dalam meningkatkan kehidupan orang lain," tandasnya. 

Inisiatif ini baru permulaan, pihaknya akan berkolaborasi lebih lanjut dengan merek atau organisasi lain untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam mengatasi tantangan yang muncul yang kita hadapi saat ini.

Menurut statistik Globocan[1] 2020, angka kejadian kanker serviks di Indonesia mencapai 24,4%, dan angka kematian 14,4%. Pada tahun 2020, tercatat 36.633 kasus kanker serviks baru, yang merupakan bagian terbesar kedua dari kasus kanker baru untuk wanita dan semua usia di negara tersebut sebesar 17,2%.

Melalui inisiatif ini, SheHacks 2021 mempersembahkan kolaborasi pertamanya untuk mendorong perempuan Indonesia untuk mengambil bagian dalam memberdayakan perempuan lain dan meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat kita, selain dari kompetisi SheHacks itu sendiri.

Donasi terkumpul dialokasikan kepada KICKS untuk mendukung pasien kanker serviks yang menginap di shelter Cancer Information & Support Center (CISC).

Ketua Umum Cancer Information and Support Center (CISC) dan Penggagas KICKS Aryanthi Baramuli, mengapresiasi kolaborasi SheHacks 2021 dan Rubylicious.

Kolaborasi ini untuk mendorong para perempuan untuk ikut berperan serta membantu perempuan lain melawan kanker serviks. 

"Kami berharap inisiatif ini dapat menyebarkan kesadaran tentang risiko kanker serviks yang relatif tinggi di kalangan perempuan dan pentingnya kolaborasi dalam mendukung pemberdayaan perempuan, terutama di bidang kesehatan.”

Helena Ruby, CEO Rubylicious mengatakan, “Kami merasa terhormat untuk berkolaborasi dengan SheHacks dalam memberdayakan wanita, terutama untuk membantu wanita lain melawan kanker serviks. 

Kolaborasi ini memungkinkan pelanggan kami untuk berdonasi secara otomatis dari setiap item berwarna pink yang dibeli di Rubylicious. 

"Kami berharap kolaborasi ini dapat menginspirasi banyak orang dalam menuai manfaat dari era digital yang semakin meningkat dan memberdayakan lebih banyak perempuan di masa depan,” tuturnya

Diketahui, SheHacks merupakan program yang mendorong perempuan Indonesia untuk merumuskan dan menciptakan solusi digital untuk memecahkan masalah kesetaraan perempuan di bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, serta kewirausahaan. 

Program ini diluncurkan pada Juni 2021, berhasil memberdayakan sekitar 1.500 perempuan Indonesia dan menerima total 477 proposal penyelesaian masalah, suatu pencapaian yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. (rhm)


Bagikan Artikel

Rekomendasi