Satgas Covid-19 Bali: Terkonfirmasi Positif 97, Sembuh 181 Orang

Sabtu, 02 Oktober 2021 : 09.28

Seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bali berada pada zona Kuning atau risiko rendah/ Dok. Satgas Covid-19 Bali.

Denpasar - Satgas penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali merilis data terkini kasus terkonfirmasi positif sebanyak 97 orang sedangkan pasien dinyatakan sembuh 181 orang pada  Jumat, 1 Oktober 2021.

"Ada enam pasien meninggal dunia," tutur Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam keterangan tertulis.

Indra menyebutkan, seluruh kabupaten atau Kota berada pada Zona Kuning atau  Risiko Rendah 8 Kabupaten dan 1 yakni Kabupaten Badung, Gianyar, Bangli, Jembrana, Klungkung, Karangasem, Tabanan, Buleleng, dan Kota Denpasar.

Guna mempercepat penanganan pandemi, Pemerintah telah melakukan upaya vaksinasi kepada masyarakat. 

"Sasaran vaksinasi yang telah terlayani adalah SDM kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia," sambungnya. 

Disampaikan, masyarakat yang memperoleh vaksin 1 sebanyak 3.324.346 orang, vaksin 2 sebanyak 2.638.798 orang dan vaksin 3 sebanyak 30.531.

Guna mencegah penyebaran virus Covid-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Corona Virus Disease 2019 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru Di Provinsi Bali. Surat Edaran ini mulai 7 September 2021 sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Hal-hal yang mendapat penekanan dalam SE NOMOR 15 TAHUN 2021 yakni, kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan dibuka dengan ketentuan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan diizinkan beroperasi 50% (lima puluh persen) sampai dengan Pukul 21.00 WITA;    

"Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pegawai atau karyawan dan pengunjung pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan terkait," tandasnya. 

Pengunjung yang diizinkan masuk ke pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan adalah pengunjung yang telah memperoleh vaksinasi COVID-19 dosis kedu.

Kelompok masyarakat risiko tinggi (wanita hamil, penduduk usia di bawah 12 tahun dan diatas 70 tahun) tidak diizinkan memasuki pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan; 

Kemudian, restoran/rumah makan, kafe di dalam pusat perbelanjaan, mall, pusat perdagangan dapat menerima makan di tempat (dine in) dengan kapasitas maksimal 25% (dua puluh lima persen) dan waktu makan maksimal 30 (tiga puluh) menit; dan bioskop, tempat bermain anak-anak, dan tempat hiburan dalam pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan ditutup.

Daya Tarik Wisata (DTW) Alam, Budaya, Buatan, Spiritual, dan Desa Wisata dilakukan uji coba dibuka dengan kapasitas pengunjung maksimal 50% (lima puluh persen) dengan menerapkan protokol kesehatan sangat ketat dan menggunakan Aplikasi PeduliLindungi;

"Bagi yang melakukan perjalanan dengan transportasi udara dapat menunjukkan hasil negatif antigen H-1," katanya  menambahkan.

Syarat sudah memperoleh vaksinasi dosis kedua, dan hasil negatif PCR H-2 jika baru memperoleh vaksinasi dosis pertama. Bukti telah mengikuti vaksinasi ditunjukkan melalui Aplikasi PeduliLindungi; 

Masyarakat juga diharapkan agar selalu Disiplin melaksanakan 6M Memakai Masker Standar dengan benar, ,menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi Bepergian, meningkatkan Imun, dan mentaati aturan serta dihimbau untuk tidak berkerumun, dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi