Kampus Politeknik KP Dumai Dikembangkan Cetak SDM Unggul

Sabtu, 09 Oktober 2021 : 18.47

KKP mengembangkan Kampus  Politeknik KP Dumai Demi SDM yang unggul.Dok.Humas KKP.

Dumai
- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan kampus Politeknik KP Dumai mencetak SDM yang unggul dan kompeten.

Dalam mendukung hal tersebut, pada 8 Oktober 2021, bertempat di Auditorium Politeknik KP Dumai, Plt. Kepala BRSDM, Kusdiantoro, bersama dengan Wali Kota Dumai, Paisal, menandatangani Perjanjian Hibah dan Berita Acara Serah Terima Hibah Barang Milik Daerah berupa Tanah dari Pemkot Dumai kepada KKP.

Selain itu, penandatangan Berita Acara Serah Terima Barang dari Pemerintah Provinsi Riau kepada KKP.

"Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Pemko Dumai dan Pemprov Riau atas dukungannya dalam pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan kelautan dan perikanan," ucap Plt. Kepala BRSDM, Kusdiantoro, dalam sambutannya dilansir dari keterangan tertulis.

Lebih lanjut disampaikan, KKP memiliki tiga program prioritas yang digaungkan Menteri Trenggono.

Dalam mewujudkannya, poin terpenting adalah menyediakan SDM yang unggul dan kompeten.

Hal ini juga sejalan arahan Presiden Jokowi  untuk ciptakan SDM yang unggul, dimana salah satu caranya melalui kegiatan pendidikan.

Saat ini KKP memiliki pendidikan tinggi vokasi sejumlah 10 Politeknik KP (AUP Jakarta, Sidoarjo, Sorong, Bitung, Bone, Kupang, Karawang, Pangandaran, Dumai, Jembrana) dan 3 rintisan Politeknik KP (Ladong, Lampung dan Maluku), serta 1 Akademi Komunitas KP Wakatobi.

“Di samping itu, juga terdapat 9 Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM). Politeknik KP merupakan pendidikan tinggi yang menyelenggarakan program pendidikan akademi dan vokasi yang bersertifikat, dengan porsi kegiatan praktik taruna 60 persen dan teori 40 persen," papar Kusdiantoro.

Melalui satuan pendidikan, KKP juga memberikan kesempatan yang lebih besar kepada putra/putri pelaku utama kelautan dan perikanan untuk memperoleh pendidikan.

Tahun ini tercatat 55 persen dari keseluruhan satuan pendidikan kelautan dan perikanan merupakan anak pelaku utama.

Di 2022, BRSDM pun akan meningkatkan peluang untuk anak pelaku utama menjadi 60 persen. Dalam proses pendidikan, BRSDM juga menargetkan 10 persen lulusan satuan pendidikan kelautan dan perikanan menjadi wirausaha, dan naik menjadi 25 persen di tahun 2024.

"Ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk memberikan kesempatan kepada anak pelaku utama agar dapat menimba ilmu, hingga nantinya mampu mengangkat derajat serta perekonomian keluarga," tegas Kusdiantoro.(Miftach Alifi)

Bagikan Artikel

Rekomendasi