Demoday FSI, Kemenparekraf Harapkan Kuliner Berkembang Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Rabu, 13 Oktober 2021 : 00.00

 

Kemenparekraf mengumukan hasil peluang investasi pada Demoday FoodStartup Indonesia 2021 di Yogyakarta, pada 9 Oktober 2021/Dok. Kemenparekraf
Yogyakarta-  Pelaku usaha ekonomi kreatif subsektor kuliner diharapkan terus berkembang dan menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. 

Kemenparekraf mengumukan hasil peluang investasi pada Demoday FoodStartup Indonesia 2021 di Yogyakarta, pada 9 Oktober 2021
 
Meski masih dalam masa Pandemi Covid 19, Kementerian  Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) sukses menyelenggarakan perhelatan Demoday sebagai acara  puncak FoodStartup Indonesia (FSI) 2021. 
 
Kegiatan demoday ini dihadiri oleh 91 finalis yang hadir selama 3 hari 5-7 Oktober 2020 di Marriott Hotel, Yogyakarta.
 
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif meyakini
perlu adanya dukungan semua pihak dalam menjadikan pelaku usaha ekonomi kreatif subsektor 
kuliner terus berkembang dan menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. 
 
Kemenparekraf/Baparekraf menilai produk-produk kuliner yang dihasilkan finalis FoodStartup Indonesia 2021 memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan.
 
Ragam kreasi produk kuliner yang dihadirkan menjadi bukti representasi perkembangan sub 
sektor andalan ini di berbagai kota di Indonesia.
 
Beberapa investor yang hadir dalam Demoday FSI kali ini berasal dari kategori Fintech, dan 
Venture Capital. Selain investor, FSI 2021 juga menghadirkan berbagai narasumber dan mentor 
dalam sesi seminar serta coaching yang dilakukan secara online bagi masing-masing finalis. 
 
Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Fadjar Hutomo 
mengungkapkan, kehadiran berbagai narasumber dan mentor dalam Demoday dapat 
mempertajam aspek soft skill dan hard skill peserta atas bisnis yang sedang dijalankan. 
 
Sehingga peserta Demoday semestinya mengoptimalkan kesempatan langka ini saat sesi seminar dan 
coaching”.
 
Melibatkan 91 finalis dari 30 kota, FSI 2021 mengumumkan 15 peserta terpilih melakukan 
pitching langsung di depan panelis dan investor. 
 
Peserta terpilih berasal dari 10 food  manufacture dan 5 food service yang berasal dari 8 provinsi. Perwakilan terbanyak berasal dari  Jakarta (6 peserta), Jawa Barat (4 peserta) dan Jawa Tengah (2 peserta).
 
Sesi pitching menghasilkan 3 peserta terbaik yaitu peringkat pertama Hejo (Food Manufacture, 
Jawa Barat), kedua Vilo Gelato (Food Manufacture, Jakarta) dan ketiga Grouu Baby Food (Food 
Service, Jakarta). 
 
Penilaian yang diberikan berdasarkan kesiapan produk, keamanan,  inovasi, kesiapan pasar, risiko investasi, partnership dan strategi investasi.
 
Selain kepada 3 pemenang terbaik, komitmen dukungan diberikan investor kepada banyak finalis 
lainnya yang memiliki potensi bisnis besar. 
 
Berbagai potensi dukungan ini akan dilakukan  langsung oleh masing-masing investor kepada masing-masing pelaku usaha terpilih

Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf/Baparekraf, Hanifah Makarim mengungkapkan jika dilihat pada jenis pendanaan yang dibutuhkan, panitia mengidentifikasi ke dalam lima sumber yaitu bank, equity, fintech, profit sharing dan lembaga  pinjaman lainnya. 
 
"Berbagai jenis pendanaan diajukan tentu saja harus disertaiprofesionalisme dan akuntabilitas pelaku UMKM sektor kuliner yang mengikuti FSI," tegas Hanifah Makarim. 
 
Tidak hanya bagi 15 peserta terpilih, keuntungan lain yang diperoleh peserta dengan mengikuti 
Demoday FSI yaitu terbukanya kesempatan berjejaring dalam sektor kuliner bagi seluruh finalis. 

Kegiatan Demoday FSI tahun ini dilakukan secara hybrid, gabungan antara offline dan online. 
 
Seluruh kegiatan yang dilakukan secara fisik mengacu pada standar protokol kesehatan yang 
harus diikuti seluruh pihak selama berada di Marriott Hotel, Yogyakarta. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi