Berjasa Tangani Covid-19, Mayjen TNI Tugas Ratmono Raih Penghargaan Ksatria Bakti Husada Arutala

Jumat, 01 Oktober 2021 : 16.08

Mayjen TNI Tugas Ratmono mendapat anugerah gelar Ksatria Bakti Husada Arutala./Dokistimewa

Jakarta
-  Mayjen TNI Tugas Ratmono mendapat anugerah gelar Ksatria Bakti Husada Arutala dengan kerja kerasnya dalam bidang kesehatan, terutama penanggulangan pandemi Covid-19.

Penghargaan diberikan dari Kementerian Kesehatan RI. Mantan Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran tersebut dinilai berjasa besar dalam penanganan Covid-19 di Indonesia.

Penghargaan Ksatria Bakti Husada Arutala merupakan penghargaan tertinggi dari Kementerian Kesehatan bagi pihak yang mengabdikan diri dalam pelayanan dan perlindungan di bidang kesehatan.

Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono MH menjabat Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 dari 30 Juni 2020 hingga 24 September 2021.

Ia melepas jabatan Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran seiring memasuki masa pensiun sebagai Kepala Pusat Kesehatan TNI.

Penganugerahan berlangsung Kamis, 30 September 2021 melalui virtual meeting.  Anugerah diberikan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono.

"Bismillahirrohmanirrohim, dengan demikian kami berikan penghargaan kepada Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono sebagai bentuk apresiasi Kementerian Kesehatan atas pengabdiannya di RSDC Wisma Atlet Kemayoran," kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono sambil menyerahkan piagam penghargaan secara simbolis kepada Mayjen TNI Tugas Ratmono dilansir dari siaran pers.

Wamenkes menegaskan, pemberian penghargaan merupakan pengakuan akan prestasi dan peran serta lintas program Mayjen TNI Tugas Ratmono.

"Penghargaan ini diberikan atas prestasi luar biasa dan jasa besar Mayjen TNI Tugas di bidang kesehatan, terutama penanggulangan pandemi Covid-19," kata Wamenkes.

Keberhasilan RSDC Wisma Atlet Kemayoran dibuktikan dengan deretan angka biru. Hingga saat ini RSDC Wisma Atlet Kemayoran telah merawat sebanyak 100.508 pasien.

Pasien sembuh  berjumlah 99.117 orang sehingga angka kesembuhan 98,44 persen. Sedangkan fatality rate hanya 0,48 persen.(Miftach Alifi)

Bagikan Artikel

Rekomendasi