14 Oktober, Bali Resmi Buka Kedatangan Wisatawan Mancanegara

Rabu, 06 Oktober 2021 : 06.45

Pembukaan pintu wisman ke Bali disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster beserta Menteri BUMN RI Erick Thohir dalam keterangan pers di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, Selasa (5/10/2021)/Dok.Humas Pemprov Bali
Denpasar - Mulai tanggal 14 Oktober ini pemerintah resmi membuka pintu kedatangan untuk wisatawan mancanegara ke Pulau Bali.

Pembukaan pintu wisman ke Bali disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster beserta Menteri BUMN RI Erick Thohir dalam keterangan pers di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, Selasa (5/10/2021)

Kedatangan Menteri BUMN Erick Thohir berkaitan dengan rencana Bali akan mulai membuka pintu pariwisata untuk wisatawan mancanegara yang sudah dibahas beberapa Menko Marves, Menteri Pariwisata, Menteri Perhubungan dan Menteri Kesehatan. 

"Sekarang momentumnya memang sudah memungkinkan untuk dilakukan pembukaan pintu untuk wisatawan mancanegara," ungkap Gubernur Koster.

Pertimbangan pemerintah setelah melihat penanganan pandemi covid-19 di Provinsi Bali sudah semakin membaik dilihat dari beberapa indikator.

Pertama munculnya kasus harian yang terus menurun hingga ke angka dua digit. (4/10/2021) angka positif sudah mencapai 52 orang lalu yang sembuh 125 dan secara komulatif tingkat kesembuhan sudah mencapai 96 persen.

Kemudian kasus meninggal, angkanya kini sudah bisa membahagiakan kita semua setelah sempat mencapai 50 orang perhari, sekarang atas upaya keras semua pihak dan dukungan pemerintah pusat, termasuk dukungan Panglima dan Pangdam sekarang yang meninggal sudah berada di satu digit. 

"Kita berharap akan terus membaik demikian juga positif rate di angka 1 dan BOR juga turun drastis," harap Koster yang Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.

Dalam pengamatan, situasi yang cukup stabil dalam beberapa minggu ini. 

"Karena itu sudah diputuskan pada hari yang baik menurut kearifan lokal Bali pada tanggal 14 Oktober akan dibuka penerbangan internasional wisatawan mancanegara untuk masuk ke Bali," tegas Koster.

Terutama untuk negara yang resiko covid-19 rendah dan penerbangannya langsung ke Bali atau tidak ada transit. 

Juga akan memakai syarat perjalanan, seperti sudah 2 kali vaksin, kemudian harus (tes,red) PCR H-3 sebelum keberangkatan dan juga mengisi aplikasi EHAC yang terintegrasi dengan aplikasi pedulilindungi dan aplikasi welovebali. 

Demikian juga di Bandara Ngurah Rai, akan di tes PCR, menunggu satu jam dan akan ditempatkan di hotel sementara selama 8 hari dan kita SWAB kembali. Jika negatif kita persilahan untuk berwisata di Bali atau pidah hotel. 

Untuk kualitas hotel kita siapkan sama fasilitasnya, sudah memenuhi sertifikat CHSE dan ‘berkelas’ atau biasa dipakai untuk wisatawan mancanegara. 

Walau istilahnya ‘hotel sementara’ namun tidak menutup kemungkinan bisa dihuni permanen selama berwisata ke Bali.

Prokes di setiap hotel kita terapkan dengan ketat, dengan petugas-petugas yang ditempatkan di semua titik sudah dibuatkan SP dan buku panduan.

Harapan pemerintah pusat, harus sangat prudence, berhati-hati jangan sampai menimbulkan kasus baru, jangan ada lonjakan kasus baru sehingga diperlukan penanganan yang baik.

Salah satu titik sentralnya adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai, dan maskapai Garuda sebagai BUMN. Untuk itu peran penting dari Menteri BUMN agar Angkasa Pura dan Garuda Indonesia bisa menangani dengan baik.

"Kita juga sudah bahas bersama dengan para dirutnya agar bisa menjalankan prokes dengan baik," tuturnya.

Harapannya, kedatangan wisatawan tidak akan menimbukan lonjakan kasus baru, semua bisa tertangani dengan baik.

Pembukaan pintu wisatawan mancanegara Ini sudah ditunggu sejak lama dan semoga pariwisata Bali bisa pulih, perekonomian bisa pulih kembali.

Menteri BUMN RI Erick Thohir menegaskan komitmen untuk memperbaiki pelabuhan Benoa, Semoga dalam 1-2 tahun bisa jadi kenyataan dan bisa membantu pula tourism Bali tidak hanya dari udara tapi juga dari laut. 

"Kami kementerian BUMN beserta jajaran BUMN-nya akan terus mendukung bagaimana kebangkitan wisata di Bali sesuai dengan kerja sama kami dengan pemerintah daerah," jelas Erick.

Bandara akan jadi akses utama sehingga saya akan memastikan juga persiapan Bandara Ngurah Rai agar benar-benar tidak lengah, waspada dalam penanganan covid-19.

Dalam menghadapi covid-19 ini ‘kan tidak bisa 100 persen terproteksi sehingga kedisiplinan yang harus diutamakan.

Akses penerbangan, akan memastikan bagaimana dukungan untuk pariwisata Bali, tidak hanya untuk mancanegara tapi yang lokal juga. 

Menindaklanjuti keinginan Gubernur Bali, Erick siap untuk menambah penerbangan ke Pulau Dewata.

"Kita juga berupaya menjaga kesehatan Bali. Ini waktunya Bali bangkit dibawah kepemimpinan Pak Gubernur. Kita harapkan cepat recovery, sehingga ekonomi bisa tumbuh lagi," demikian Erick. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi