Stafsus Kemenaker Dita Sari Bekali Kewirausahaan bagi Pengangguran Milenial

Senin, 20 September 2021 : 11.56

Dita membekali kaum milenial dengan modal keahlian dan keterampilan kopi atau keterampilan lain seperti spa dan kewirausahaan./Dok. Stafsus Kemenaker.
Batam - Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja Dita Indah Sari membekali kaum milenial dan para korban PHK akibat pandemi Covid-19 di Kota Medan.

Diantaranya, membekali kaum milenial dengan modal keahlian dan keterampilan kopi atau keterampilan lain seperti spa dan kewirausahaan.

Memberikan tempat dan ruang kreatif untuk para komunitas berupa rumah milenial kreatif dimana UMKM dan keahlian nantinya dapat berjalan berdampingan serta akademi millenial Indonesia.

Yang disampaikan dalam pertemuan dengan pelaku usaha pariwisata dan UMKM dari sejumlah asosiasi dalam pertemuan tertutup karena pandemi Covid-19 ,Minggu (19/9/2021).

Diantaranya perwakilan dari MASATA, PPHRI, AHLI, ASETI, Asosiasi UMKM Sumut yang diwakili Yan Djuna, Ketua DPD Sumut Ihsan dari Gada Millenial dan komunitas-komunitas seperti komunitas club motor yang diwakili Abeng Harahap, barista, kuliner, kecantikan, digital marketing, content creator, dan budaya.

Mengenal lebih dekat sosoknya yang rendah hati dan merakyat,Dita Indah Sari adalah politikus wanita Indonesia dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Saat ini, beliau menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah dan masih aktif sebagai aktivis dalam memperjuangkan nasib pekerja, buruh dan wanita.

Persoalan ketenagakerjaan, mengatasi pengangguran dan sertifikasi profesi menjadi tugas dan tanggung jawabnya dalam membantu tugas-tugas Menteri Tenaga Kerja di kabinet Indonesia Maju.


Mewakili suara rakyat di Kementerian Tenaga kerja Republik Indonesia dan memperjuangkan nasib pekerja dan buruh, juga upayanya selama ini. Membawa suatu perubahan di masyarakat terkhusus dalam hal menyangkut pelecehan seksual terhadap kaum wanita.

Di akhir pertemuan, Dita Sari menyampaikan akan kembali lagi ke Kota Medan dalam waktu dekat.

Harapan nya keberadaannya di Sumatera Utara dan di Kota Medan khususnya dapat bermanfaat dan menjawab keluhan dan permasalahan ketenagakerjaan yang terjadi dan memberikan laporan kepada pemerintah.

Segala masukan dan temuan perihal ketenagakerjaan agar menjadi solusi terbaik bagi para korban PHK tidak hanya pekerja hotel dan restoran akibat pandemi Covid-19 tetapi juga yang lainnya.

Dan juga bagi kaum millenial, dan wanita termasuk perihal agar bakat dan keahlian yang saat ini beragam yang tak lepas dari gadget dan digitalisasi tersalurkan untuk mencegah terjadinya kriminalitas dan mengatasi pengangguran.(Miftach Alifi)

Bagikan Artikel

Rekomendasi