Siswa SMP di Klaten Wajib Prokes untuk Vaksinasi

Selasa, 28 September 2021 : 18.25

Kapolres Klaten meninjau proses vaksinasi di sekolah-sekolah serta memastikan untuk menerapkan protokol kesehatan agar tidak ada penumpukan siswa dan selalu memakai masker oleh siswa maupun tenaga pengajar/Agus Nugroho. 
Klaten - Pencapaian vaksinasi di Kab. Klaten sudah di angka 56,2%. Angka tersebut akan terus meningkat seiring dengan masifnya vaksinasi yang dilakukan oleh berbagai pihak dinas terkait, termasuk sasaran ke pelajar sekolah.

Polres Klaten saat ini memastikan pelaksanaan vaksinasi covid-19 dengan sasaran pelajar berjalan dengan lancar dan tertib. Yaitu mengurai permasalahan penumpukan siswa yang akan mengikuti program vaksinasi.

Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo SH. SIK. mengungkapkan, vaksinasi pelajar SMP sudah dilaksanakan mulai Senin (28/9) kemarin di SMP N 2 Manisrenggo, SMP N 1 Kemalang dan SMP N 2 Prambanan. 
 
Kemudian berlanjut hari ini di SMP N 2 Wedi dan SMP N 2 Gantiwarno.

"Vaksinasi ini dilakukan dalam rangka mempercepat tercapainya herd immunity dan mempersiapkan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Klaten," terangnya.

Dengan percepatan vaksinasi bagi pelajar, diharapkan kegiatan belajar mengajar di sekolah dan jenjang pendidikan dapat dilakukan secara tatap muka seperti kondisi normal.

"Vaksinasi pelajar SMP sudah dilaksanakan mulai Senin (28/9) kemarin di SMP N 2 Manisrenggo, SMP N 1 Kemalang dan SMP N 2 Prambanan. Kemudian berlanjut hari ini di SMP N 2 Wedi dan SMP N 2 Gantiwarno," ungkap Kapolres saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di SMP N 2 Wedi.

Untuk menghindari kerumunan, para siswa yang akan mengikuti vaksin dibagi dalam beberapa sesi waktu. 
 
Para siswa diminta datang hanya pada saat jam yang ditentukan. Para orang tua yang mengantar juga tidak diperkenankan masuk ke lokasi vaksin.

Kuota yang disiapkan cukup besar, sekitar 2000 dosis per sekolah. Tapi saya lihat berjalan tertib, tidak ada penumpukan. Teknisnya sama seperti di Polres, kita atur waktunya. Setiap siswa sudah ada jadwal jam vaksin, agar tidak datang bersamaan.

Hal ini sangat mendukung program vaksinasi tanpa mengabaikan protokol kesehatan dan tidak mengurangi kepentingan vaksinasi tersebut. Dengan membuat jadwal, dapat menghindari penumpukan siswa untuk di vaksin.

Kapolres kemudian berpesan kepada para siswa dan guru agar tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan 5M. Tak lupa ia mengajak kepada masyarakat yang belum melaksanakan vaksin agar segera memanfaatkan kesempatan vaksinasi covid-19 yang digelar di segenap instansi pemerintah.

“Dalam pembelajaran tatap muka nanti, saya meminta protokol kesehatan tetap dijalankan secara ketat. Tentunya ini untuk melindungi anak-anak kita. Jangan sampai timbul klaster baru sekolah,” pungkasnya.(Agus Nugroho)

Bagikan Artikel

Rekomendasi