Sekda Bali Dewa Indra Pastikan Transparansi Pelaksanaan SKD CPNS

Senin, 06 September 2021 : 15.19

 

Sekda Dewa Indra meninjau hari pertama pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di Kampus Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bali. /Doc.Humas Prov Bali

Denpasar - Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra memberi jaminan transparansi pelaksanaan tes karena seluruh tahapannya menggunakan CAT (Computer Assisted Test). 


"Berhadapan dengan komputer, tak bisa nego dan tak bisa dikasi senyum. Itu tidak akan berpengaruh," ujarnya dikutip Kabarnusa.com dari keterangan tertulisnya Senin (6/9/2021).


Sekda Dewa Indra meninjau hari pertama pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di Kampus Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bali, Senin (6/9/2021).


Ditekankan oleh Dewa Indra, hanya dua hal yang bisa membantu para peserta untuk bisa lolos tes yaitu usaha dan doa yang terkabulkan.  


"Selain dua hal itu, tidak ada yang bisa membantu. Sekalipun punya kerabat pejabat, tidak akan bisa menolong. Termasuk saya juga tidak bisa. Yang perlu adik-adik lakukan adalah berusaha, berkonsentrasi penuh dan menjawab dengan benar," tandasnya.


Masih dalam arahannya, birokrat kelahiran Singaraja ini juga mewanti-wanti para peserta agar jangan sekali-sekali percaya pada calo yang mengaku bisa membantu mereka lolos dalam seleksi CPNS dengan bayaran tertentu. Ia memandang perlu menyampaikan hal ini karena di daerah lain masih ada oknum yang mencari kesempatan untuk menipu dalam proses seleksi CPNS. 


"Tolong juga sampaikan kepada orang tua, jangan percaya kalau tiba-tiba ada yang menjanjikan bisa membantu, itu jelas penipuan. Saya tak ingin ada yang tertipu," imbuhnya sembari berharap tahapan seleksi CPNS berjalan lancar dan bisa diikuti dengan baik oleh para peserta.


Menambahkan menyampaikan Dewa Indra, Kepala Kantor Regional X BKN Paulus Dwi Laksono Harjono mengingatkan para peserta tes mengikuti seluruh aturan pada setiap tahapan seleksi.


Ia juga mengingatkan para peserta jangan sekali-kali mencoba berbuat curang seperti penggunaan joki atau calo. Karena untuk mengantisipasi hal tersebut, pada pelaksanaan tes CPNS kali ini, BKN menggunakan aplikasi face recognition.


Dengan penambahan aplikasi ini, pada tahapan screening ketika akan masuk ruang ujian, peserta wajib membuktikan keabsahan diri melalui scan wajah. “Kalau wajahnya beda, otomatis ditolak oleh sistem,” imbuhnya.


Jika sampai ada yang terbukti memanfaatkan joki, BKN akan memberi sanksi keras berupa blacklist.


“Seumur hidup yang bersangkutan tak akan bisa lagi mengikuti seleksi CPNS karena basis pendaftaran adalah NIK,” tandasnya. Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa pengumuman hasil seleksi bisa diakses para peserta melalui website.(miftach)

Bagikan Artikel

Rekomendasi