Presiden Jokowi Perintahkan Polri Jangan Ragu Usut Mafia Tanah

Kamis, 23 September 2021 : 21.39

Presiden Joko Widodo/Dok. Biro Pers Setpres

Jakarta- Presiden Joko Widodo memerintahkan jajaran Polri sebagai aparat penegak hukum agar tidak ragu-ragu mengusut mafia-mafia tanah.

Langkah itu, sebagai bentuk komitmen penuh pemerintah untuk menyelesaikan konflik agraria yang ada di Tanah Air. 

Penyelesaian konflik agraria penting guna mewujudkan reformasi agraria bagi masyarakat dan memberikan kepastian terhadap ketersediaan ruang hidup yang adil bagi masyarakat.

Kepala Negara menyampaikan itu, dalam arahannya saat Penyerahan Sertipikat Redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria, yang digelar di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 22 September 2021.

"Saya kembali mengingatkan bahwa pemerintah berkomitmen penuh dalam memberantas mafia-mafia tanah," ujar Presiden.

Guna mewujudkannya, Presiden Jokowi menginstruksikan jajaran Polri untuk memperjuangkan hak masyarakat dan menegakkan hukum secara tegas dalam penyelesaian konflik agraria di Tanah Air. 

Kepada jajaran Polri saya minta jangan ragu-ragu mengusut mafia-mafia tanah yang ada. 

"Jangan sampai juga ada aparat penegak hukum yang mem-backingi mafia tanah tersebut," katanya mengingatkan.

Ia mengingatkan komitmen pemerintah memberikan kepastian hukum atas tanah yang memberikan keadilan kepada seluruh pihak. Presiden tidak ingin konflik agraria yang terjadi di banyak daerah di Tanah Air terus-menerus berlangsung.

Jokowi tidak ingin rakyat kecil tidak mempunyai kepastian hukum terhadap lahan yang menjadi sandaran hidup mereka. 

"Saya juga tidak ingin para pengusaha tidak mempunyai kepastian hukum atas lahan usahanya," ungkap Presiden.

Meski konflik agraria dan sengketa tanah merupakan tantangan yang berat, pemerintah akan terus berupaya mencari solusi terbaik dalam penyelesaian setiap kasus yang ada. 

Pemerintah bersikap terbuka untuk membantu masyarakat yang sedang memperjuangkan lahan mereka.

"Saya juga sudah beberapa kali mengundang perwakilan organisasi masyarakat sipil untuk berdiskusi mengenai opsi-opsi, pilihan-pilihan dalam penyelesaian setiap kasus tanah yang ada," ucap Presiden.

Setiap tahun dirinya menerima kelompok-kelompok tani yang rela jauh-jauh datang ke Jakarta bahkan ada yang berjalan kaki ke Jakarta untuk memperjuangkan lahan-lahan mereka yang terdampak oleh konflik agraria. (rhm).


Bagikan Artikel

Rekomendasi