Perguruan Silat Kertha Wisesa Nobatkan Maha Guru dan Dewan Pendekar Kerohanian

Sabtu, 18 September 2021 : 11.11


Penobatan Maha Guru, Guru Besar dan Dewan Pendekar Kerohanian Perguruan Pencak Silat Kertha Wisesa tingkat Pusat di Padepokan PPS Kertha Wisesa, Jalan Bedugul, Kecamatan Kuta Utara/Dok. Kabarnusa

Badung - Perguruan Pencak Silat Kertha Wisesa terus memantapkan kepengurusan di tingkat pusat dengan penobatan Maha Guru, Guru Besar, Dewan Pendekar Kerohanian, Dewan Pendekar dan Ketua Pendekar Wilayah Bali.
 
Bertempat Padepokan Pusat Perguruan Pencak Silat (PPS) Kertha Wisesa Wilayah Bali di Jalan Bedugul. Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, para sesepuh dan tokoh perguruan silat warisan leluhur Bali itu menyaksikan dan mendoakan para guru besar dan pendekar yang dikukuhkan, Jumat 17 September 2021.

Penobatan maha guru, guru besar dan pengukuhan ketua dewan pendekar kerohanian dan ketua dewan pendekar didahului persembahyangan, perayaan odalan di padepokan yang cukup sederhana dan dikeliling rerimbunan pohon dan berbatasan dengan sungai kecil.

Setelah semua jajaran  Kertha Wisesa pusat dan daerah se- Bali melaksanakan persembahyangan dan doa bersama itu, dilanjutkan penobatan dan pengukuhan, lengkap dengan panji-panji kebesaran Kertha Wisesa.

Dua tokoh pendiri Kertha Wisesa yang sudah almarhum dinobatkan sebagai maha guru yakni I Made Regog Gunung dan I Nyoman Bedeg.

Kemudian, tokoh masyarakat, mantan Wakil Ketua DPRD Badung I Ketut Yutamana Slamet dikukuhkan sebagai Guru Besar PS Kertha Wisesa dalam prosesi yang berlangsung sakral dan khitmad.

Turut dikukuhkan anggota DPRD Bali yang mantan Ketua BKD Provinsi Bali I, Ketut Rochineng, yang juga dikenal sebagai tokoh ormas besar di Bali, dinobatkan sebagai Ketua Dewan Pendekar Kerohanian Pusat.

Kemudian, AA Putu Oka Budatama dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pendekar Pusat PPS Kertha Wisesa.

Ketua Umum DPD Kertha Wisesa (KW) Wilayah Bali periode 2020-2024, Anak Agung Ngurah Gede Widiada(tengah) turut menyaksikan penobatan maha guru, dewan pendekar kerohanian dan ketua dewan pendekar PPS Kertha Wisesa

Turut menyaksikan Ketua Umum DPD PPS Kertha Wisesa Bali Anak Agung Ngurah Gede Widiada dan Dewan Pendekar I Nyoman Suarsana Hardika serta pinispuh lainnya.

Di sela pengukuhan, Yutamana Selamat menyatakan, dengan pengukuhan ini, keberadaan struktur dewan pendekar ini, secara orgniastaris, administrasinya sudah bagus, aturannya jelas melalui AD/ART demikian juga keanggotaan.

"Dengan demikian, kita harapkan eksistensi PS Kertha Wisesa ini, dikembangkan ke depan untuk generasi yang akan datang," tandas tokoh masyarakat yang menjabat sebagai Ketua KUD di Kabupaten Badung ini.

Pada bagian lain, Yutamana menyampaikan, akan terus menyalakan semangat perjuangan fisik Pra Kemerdekaan dan revolusi, para tokoh-tokoh pendiri PS Kertha Wisesa, yang turut serta melahirkan organisasi ini.

Karena itu, mereka para pengurus pusat, sepakat untuk mengabdian diri, membangun revitalisasi dari potensi Kertha Wisesa.

Potensi sudah ada ini, kata Yutamana, akan dioptimalkan dengan semangat membangun, spirit yang bagus, demikian jugam secara organisastoris bagus sehingga ke depan akan melahirkan buah-buah, kader-kader muda yang memiliki wawasan intelektual.,Tidak saja fisik, tetapi kader intelektual, kader rohani.

"Harapan kita, mereka memiliki keseimbangan antara jasmani dan rohani, sehingga kualitas intelektualnya bisa lebih bagus," harapnya.

Ketua Umum DPD Kertha Wisesa (KW) Wilayah Bali periode 2020-2024, Anak Agung Ngurah Gede Widiada yang menghadiri langsung prosesi, menyampaikan selamat kepada Ketua Dewan Pendekar, Ketua Dewan Kerohanian dan Dewan Pendekar lainnya yang telah dikukuhkan.

"Dengan pelantikan ini, akan melengkapi struktur kepengurusan dari tingkat-tingkat Kertha Wisesa, ini mementum kita untuk melangkah ke depan," ucapnya.

Dalam masa pandemi ini, tentu PS Kertha Wisesa, harus menjadi terdepan, membantu masyarakat dan pemerintah untuk taat protokol kesehatan, memberi edukasi memberikan keteladanan perilaku sebagai pesilat yang tangguh.

Harapannya, pandemi berlalu sehingga bisa segera latihan, beraktivitas normal kembali, menjaga persatuan dan kesatuan di masyarakat.

"Di tengah cobaan berat ini, memperkokoh hati, kesetiakawanan kita, sesama keluarga besar Kertha Wisesa, untuk tetap terjaganya kondusivitas masyarakat Bali," harap wakil rakyat dan tokoh panglingsir Puri Peguyangan Denpasar ini.

Ketua Dewan Pendekar Kerohanian Pusat PS Kertha Wisesa Bali, Ketut Rochineng merasa apa yang disematkan itu merupakan penghargaan besar meskipun sebenarnya perguruan Kertha Wisesa, tidak asing lagi mengingat leluhurnya juga merupakan guru kerohanainnya sendiri almarhum Kak Gunung, pendiri Kertha Wisesa sekaligus maha gurunya.

"Saya dinobatkan sebagai Dewan Pendekar Kerohanian ini, saya terima dan apresiasi, saya akan mengembangkan, menggali terus  ilmu yang saya terima dari maha guru saya, saya kembangkan sehingga memberikan manfaat bagi perguruan dan masyarakat," tandas wakil rakyat asal Kabupaten Buleleng ini.

Rochineng mengingatkan, pada diri manusia harus ada keseimbangan, kekuatan pada diri manusia itu, tidak hanya bersifat fisik saja tetapi juga bersifat rohani.

"Bidang rohani inilah, yang saya akan tekuni, yang saya dapatkan, tekuni dari maha guru saya," imbuhnya. (rhm)





Bagikan Artikel

Rekomendasi