Meoldoko: KASN Penting untuk Jaring ASN Unggul dan Optimal

Selasa, 21 September 2021 : 22.19

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dr. Moeldoko menyampaikan KASN masih penting untuk menyaring manusia ungul dan produktif./Dok.KSP
Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dr. Moeldoko mengatakan bahwa Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) masih sangat penting,  untuk menyaring ASN yang unggul dan optimal.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Staf saat menemui jajaran KASN di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (21/9/2021) untuk berdialog terkait isu rencana pembubaran KASN.

“Jika [KASN] dibubarkan, siapa yang akan yang menjaga talent scouting dan merit system? Menurut saya yang menjaga marwah merit system ya KASN dan lembaga ini dibutuhkan untuk mencari manusia-manusia unggul,” kata Moeldoko dilansir dari keterangan  tertulis.

Sebelumnya, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mengajukan rencana pembubaran KASN melalui Rancangan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (RUU ASN).

DPR mengusulkan agar fungsi dan kewenangan KASN diserahkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

Isu penghapusan KASN dari UU No 5/2014 tentang ASN sudah bergulir sejak 2016 atau 2 tahun sejak KASN didirikan.

Namun,KASN selama ini dianggap mempergemuk alur birokrasi dalam pengawasan ASN dan ditakutkan ada lempar kewenangan antara KASN dan Kemenpan-RB.


Didampingi Deputi V KSP Bidang Politik, Hukum, Keamanan dan HAM Jaleswari Pramodhawardani, Moeldoko mendorong KASN menggaungkan pentingnya peranan mereka dalam fungsi pengawasan, salah satunya pencegahan korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Jangan sampai merit system jadi point system, ini bahaya. Oleh karenanya peran KASN masih sangat penting terutama di situasi sekarang dimana banyak fungsi birokrasi yang belum proporsional,” lanjutnya.

Ketua KASN Agus Pramusinto mengatakan, lembaga nonstruktural independen seperti KASN berkaitan dengan cita-cita reformasi birokrasi. Sehingga, penghapusan KASN adalah suatu bentuk kemunduran.

“Fungsinya [pengawasan] ingin dipertahankan, namun kelembagaannya tidak. Ini berarti ada sikap tidak tegas. Padahal kami komitmen untuk membangun kualitas SDM terutama di lingkungan ASN,” kata Agus.(Miftach Alifi)

Bagikan Artikel

Rekomendasi