Menteri Trenggono Dorong Lulusan AUP Jadi Motor Program KKP

Rabu, 15 September 2021 : 18.29

 

Politeknik AUP harus mampu menjadi penggerak program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sebagai pendidikan vokasi perikanan tertua./Dok.Humas KKP.

Semarang
- Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mendorong  Politeknik AUP harus mampu menjadi penggerak program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Politeknik AUP harus mampu menjadi penggerak program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sebagai pendidikan vokasi perikanan tertua.

“Politeknik AUP harus menjadi leading sector dalam menghasilkan SDM yang siap pakai dan memenuhi kriteria mumpuni dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan," terang Menteri Trenggono dikutip dari siaran pers,Rabu (15/9/2021).

Hal tersebut disampaikan saat Menteri Trenggono saat menghadiri Dies Natalis ke-59 Politeknik Ahli Usaha Perikanan dan Forum Temu Bisnis Alumni Politeknik AUP.

Dengan SDM unggul, diantaranya berintegritas, produktif, kreatif dan inovatif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi berkelanjutan.

“Kalau mau mempercepat pembangunan, sektor KP, kita butuh anak-anak muda yang siap menjadi wirausaha,” tegasnya.

Pihaknya pun berharap seluruh taruna dan taruni dapat ikut andil dalam pelaksanaan program prioritas KKP, dan dapat ikut mengelola dan menjaga kesehatan laut, serta mencetak kader SDM yang berkualitas.

"Lulusan harus memiliki mental pemimpin, terampil dan mampu memiliki mindset untuk mencari solusi yang tegas agar mampu mewujudkan pengelolaan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan," terang Menteri Trenggono.

Dalam kesempatan tersebut turut dilaksanakan Peluncuran Program Inkubasi Bisnis  6 Produk Inovasi Politeknik Ahli Usaha Perikanan.

Inovasi LSA Bacteria – merupakan kombinasi bakteri Lactobacillus sp., Saccharomyces sp., dan Acetobacter sp., yang mengoptimalkan penyerapan protein pada pakan dan udang. Inovasi ini adalah hasil karya dari Rian Achmad Sanjaya – Angkatan 52. Produk inovasi ini sudah setahun masa inkubasi di Kampus Serang Politeknik Ahli Usaha Perikanan.

Inovasi Mesin Ekstraksi Albumin Ikan Gabus dengan menggunakan metode gantung berbasis aplikasi eWelink. Inovasi dari hasil karya Bagus Wicaksono – Angkatan 52 ini dilengkapi pengatur suhu (thermostat) berbasis eWelink untuk memudahkan pengoperasian mesin ekstraksi menggunakan smartphone.

Inovasi Mesin Slurry Ice – merupakan mesin refrigerasi yang menghasilkan es berbentuk seperti bubur (ice slurry). Inovasi oleh Catur Ery (Miftach Alifi)

Bagikan Artikel

Rekomendasi