Komoditas Prioritas, KKP Terbitkan Regulasi Budidaya Lobster

Kamis, 23 September 2021 : 13.50

 

Lobster menjadi komoditas prioritas, KKPmengeluarkan kebijakan tentang budidaya lobster./Dok.KKP
Jakarta -Komoditas lobster telah menjadi salah satu komoditas prioritas oleh karena itu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengeluarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 17 Tahun 2021 tentang pengelolaan Lobster, Kepiting dan Rajungan.

Peraturan menteri tersebut diantaranya menyatakan bahwa usaha budidaya lobster terbagi empat segmentasi, yakni 2 segmen pendederan dan 2 segmen pembesaran.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu atau yang akrab disapa Tebe mengapresiasi keberhasilan jajarannya dalam melakukan kegiatan pendederan sebagai langkah awal yang strategis dalam pengembangan budidaya lobster nasional.

Hal ini menjadi penting karena komoditas lobster telah menjadi salah satu komoditas prioritas perikanan budidaya di samping udang dan rumput laut.

“Ketiga komoditas tersebut merupakan komoditas utama dalam mengusung target pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor dan memberikan kontribusi positif seperti tambahan devisa, pajak, PNBP dan penciptaan lapangan pekerjaan” kata Tebe dikutip dari keterangan tertulis, Kamis(23/9/2021).

Tebe menilai, manajemen pemeliharaan menjadi kunci penting untuk keberhasilan usaha budidaya lobster. Prinsip Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) harus benar benar diperhatikan di samping pengaturan kepadatan serta manajemen dan kualitas pakan yang diberikan.

“Ke depan, dengan semakin berkembangnya industri lobster dalam negeri diharapkan masyarakat khususnya pembudidaya dapat semakin merasakan manfaat ekonomi dari usaha budidaya lobster ini” tutup Tebe.

Menyambung apa yang dipaparkan Tebe, Kepala BBPBL Lampung Ujang Komarudin menjelaskan,  fase pendederan segmentasi 1 yang dimulai dari benih bening lobster sampai dengan ukuran 5 gram merupakan titik kritis  dalam rangkaian kegiatan budidaya  lobster.

Ia mengungkapkan bahwa pada periode awal pemeliharaan tersebut angka kematian mencapai titik tertinggi dibandingkan segmen berikutnya yang diakibatkan oleh kanibalisme dan kegagalan moulting.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan survival rate diantaranya dengan menjaga kebersihan jaring serta melakukan seleksi dan grading agar dapat mengurangi tingkat kanibalisme.

Selain itu, tingkat kepadatan juga harus diperhatikan agar tidak lebih dari 150 ekor/m2 pada segmen pendederan 1 dan maksimal 50 ekor/m2 pada segmen pendederan 2 untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

“Berdasarkan hasil uji kami di balai, didapatkan survival rate hingga 48% untuk segmen 1 dan survival rate hingga 92% untuk segmen 2” beber Ujang.(Miftach Alifi)

Bagikan Artikel

Rekomendasi