KKP Gelar Budidaya Ikan Lele kabupaten Prabumulih Sumatera Selatan

Minggu, 19 September 2021 : 13.01

 

Budidaya Ikan Lele kali ini menggunakan Sistem Bioflok./Dok Humas KKP
Prabumulih -  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar pelatihan budidaya ikan lele agar nanti limbah yang dihasilkan ikan lele tidak membahayakan lingkungan.

Pada Budidaya Ikan Lele kali ini menggunakan Sistem Bioflok  yang bertempatan di Kota Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan secara blended learning.

Ditemui secara terpisah, Plt. Kepala BRSDM KKP, Kusdiantoro, mengatakan untuk mendukung terwujudnya keberhasilan program-program prioritas, dibutuhkan terobosan pada aspek pengembangan sumber daya manusia.

SDM memiliki peran strategis dalam pencapaian pembangunan kelautan dan perikanan secara keseluruhan, salah satunya melalui kegiatan pelatihan bagi pelaku utama di bidang kelautan dan perikanan.

“Kegiatan Pelatihan Budidaya Ikan Lele dengan Sistem Bioflok inilah, merupakan kegiatan penting agar perikanan budidaya berkelanjutan dapat menghasilkan ikan siap konsumsi. Hal ini, juga merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam mengembangkan usaha di bidang budidaya,” ujar Kusdiantoro dikutip dari siaran pers.

Budidaya ikan lele paling banyak dikembangkan, karena cara budidayanya relatif sangat mudah. Salah satu budidaya yang diterapkan yaitu budidaya sistem bioflok.

Sistem bioflok merupakan salah satu cara budidaya yang menggunakan bakteri sebagai pendukung dalam proses akselerasi ikan.

Bakteri tersebut dapat dimanfaatkan oleh ikan sebagai sumber makanan sehingga sistem bioflok dapat memberikan keuntungan dalam mempertahankan kualitas air.

Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP), Lilly Aprilya Pregiwati mengatakan, dalam sistem bioflok penggunaan probiotik pada budidaya ikan lele dapat meningkatkan padat tebar dan kualitas air.

Hal tersebut ditanggapi oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Prabumulih, Titing.

Titing mengatakan, Kota Prabumulih yang paling optimis dalam budidaya sistem bioflok.

Saking perhatiannya dengan bioflok, Kota Prabumulih yang paling optimis dalam budidaya sistem bioflok.

“Kami sampaikan juga produksi ikan lele yang ada di Kota Prabumulih pada tahun 2020 mencapai 135 ton meskipun hanya memanfaatkan lahan 1,5 hektare. Para kelompok disini memanfaatkan lahan pekarangannya di samping kanan, kiri, dan belakang rumah, dalam usaha budidaya ikan lele. Tentunya kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari pemerintah pusat,” ucap Titing.(Miftach Alifi)

Bagikan Artikel

Rekomendasi