Kementerian PPA dan Pemprov Bali Fasilitasi Anak Yatim hingga Perempuan Terdampak Pandemi

Sabtu, 11 September 2021 : 20.25

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menyatakann efek pandemi menyebabkan banyak anak kehilangan orang tua dan kerabat dekat lain./Dok.Humas Pemda Prov. Bali.
Denpasar - Pemerintah Provinsi Bali memfasilitasi  anak dan kaum perempuan yang mengalami dampak langsung pandemi covid-19.

Efek pandemi juga menyebabkan banyak anak kehilangan orang tua dan kerabat dekat lain.

Memfasilitasi anak-anak ini, masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (TPKS). Anak-anak ini harus dibantu.

“Kita yang harus proaktif untuk memfasilitasi dan pastikan target akomodasi anak-anak ini  dengan menjamin kesehatan dan pendidikannya,” tegas Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/9/2021).

Kunjungan dan Penyerahan Kebutuhan Spesifik bagi Anak Yatim, Piatu dan Yatim Piatu bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali.

Dengan dihadiri langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga tersebut, Indra menyatakan pula bahwa anak-anak juga perempuan yang kehilangan keluarga dekat saat pandemi, apalagi yang berasal dari keluarga tidak mampu harus jadi perhatian bersama.

Pemprov Bali sangat berterimakasih kepada Menteri, DPR RI hingga pihak swasta yang memberi perhatian luar biasa.

“Kita akan lebih serius lagi untuk kedepannya, melakukan kolaborasi pemerintah pusat, DPR, para donatur, lalu Pemprov dan Pemkab serta Pemkot untuk bergotong-royong menunjukkan bentuk kepedulian bersama,” tandas Birokrat asal Pemaron, Kabupaten Buleleng ini.

Sementara itu, Menteri Puspayoga menyampaikan rasa duka yang mendalam,kepada anak-anak yang harus kehilangan orang tua akibat paparan virus covid-19.

“Namun, meskipun harus kehilangan salah satu bahkan kedua orang tua, tetaplah jangan berhenti berharap karena adik-adik akan tetap jadi anak-anaknya Indonesia yang jadi tanggung jawab kita semua.,” tukas Bintang Puspayoga

Kemen PPPA juga akan berkoordinasi dan berkomunikasi intens dengan Kementerian/Lembaga terkait serta Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di daerah untuk menjamin pendidikan dan keberlangsungan hidup anak, termasuk dari sisi mental dan psikis anak bersangkutan.

“Kehadiran kami disini untuk memastikan anak-anak yang kehilangan orangtua mendapatkan pendampingan psikis agar lebih kuat, serta memastikan hak pendidikan dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,"tukasnya lagi.(Miftach Alifi)

Bagikan Artikel

Rekomendasi