Hadapi Persaingan, UMKM di Bali Diminta Jaga Kualitas

Rabu, 15 September 2021 : 19.13

Bali tetap mampu menjadi daerah yang memiliki kerajinan khas yang dapat bersaing di kancah nasional dan internasional./Dok.Dekranasda.

 Denpasar
- Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Putri Suastini Koster mengajak pelaku IKM dan UMKM di Pulau Dewata untuk menjaga kualitas produksi dan SDM supaya bisa bersaing dengan dunia luar.


Hal itu disampaikan Putri Koster dalam pembukaan Pameran IKM Bali Bangkit Tahap III Tahun 2021, di Gedung Ksirarnawa Art Center, Denpasar, Rabu (15/9/2021).


"Keunggulan warisan budaya dalam bidang kerajinan tangan harus kita jaga dengan menunjukkan kualitas produksi yang baik dengan kemasan yang menarik dan sumber daya manusia yang berkualitas tentunya, sehingga kita tidak ragu dalam bersaing dengan dunia luar.," terangnya dilansir dari siaran pers.


Selain itu, supaya Bali tetap mampu menjadi daerah yang memiliki kerajinan khas yang dapat bersaing di kancah nasional dan internasional.

Maka produsen wajib mempertimbangkan bahan baku digunakan (berkualitas dan terjamin), cara mengemas produk sebelum dipasarkan, label harga yang tidak berubah (harga tidak menyesuaikan kalangan yang membeli) dan dihasilkan dari tangan-tangan perajin yang juga berkualitas dan memiliki daya seni mumpuni.

Menjaga warisan budaya itu harus kita mulai dari diri kita sendiri. Dengan membeli bahan dari daerah kita sendiri.

“Sehingga ciri khas warna dan motif akan mudah dikenali, diproduksi oleh tenaga lokal, dan digunakan pertama juga oleh warga lokal asal perajinnya, dengan maksud akan memperkenalkan secara tidak langsung kepada masyarakat di luar wilayahnya dengan langsung," kata Putri Koster.


Dengan mengangkat tema "Bangga Pakai Buatan Krama Bali" Putri Koster mengajak semua pihak untuk mulai mencintai dan menggunakan produksi lokal.

Hal ini agar perputaran ekonomi Bali kembali bangkit dan dirasakan semua pihak.

Jangan pernah malu untuk berkreasi demi kemajuan daerah sendiri. Jangan kita teledor agar karya-karya seni hasil kreativitas warga lokal tidak diakui pihak luar.  

“Pertahankan kreasi dan ciri khas tenun, logam dan kerajinan tangan lainnya sesuai dengan ciri khas wilayahnya sendiri, kemudian  perkenalkan kepada warga sekitar untuk digunakan sebelum dilakukan pemasaran keluar," ajak Putri Koster.(Miftach Alifi).

Bagikan Artikel

Rekomendasi