Gubernur Koster Pastikan Kelanjutan Proyek Infrastruktur Strategis di Bali

Rabu, 01 September 2021 : 14.46
Ground Breaking pembangunan ruas jalan titik 7A, 7B, 7C panjang 601 meter, titik 8 sepanjang 1.564 meter (Panjang total jalan  1.404 meter dan panjang total jembatan 160 meter) serta Rest Area atau Anjung Pandang akan dilaksanakan Kamis (2/9/2021) di Desa Pegayaman, Sukasada, Buleleng/Dok. Humas Pemprov Bali.

Denpasar - Gubernur Bali I Wayan Koster memastikan kelanjutan berbagai proyek infrastruktur strategis di Pulau Dewata meskipun pandemi Covid-19 belum berakhir.

Pemerintah Provinsi Bali dibawah kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati berkomitmen untuk mewujudkan infrastruktur terintegrasi.

Salah satunya yakni dengan melanjutkan pembangunan shortcut atau jalan baru batas Kota Singaraja-Mengwitani titik 7A, 7B, 7C serta titik 8 serta Rest Area.

Dilanjutkannya proyek ini diharapkan dapat mengurangi kelokan dan kemiringan jalan. Dengan demikian, strukturnya lebih landai dan mempersingkat waktu perjalanan dari Denpasar ke Singaraja begitupun sebaliknya.

Ground Breaking dimulainya pembangunan ruas jalan titik 7A, 7B, 7C dengan panjang 601 meter serta titik 8 sepanjang 1.564 meter (Panjang total jalan  1.404 meter dan Panjang total jembatan 160 meter) serta Rest Area atau Anjung Pandang akan dilaksanakan pada Kamis (2/9/2021) di Desa Pegayaman, Sukasada, Buleleng.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bali Nusakti Yasa Weda menyampaikan itu dalam keterangan resminya Rabu (1/9/2021).

Sebelumnya, Gubernur Koster Gubernur (Wayan Koster-red) berkomitmen untuk menyelesaikan shortcut Singaraja-Mengwitani ini meski ditengah pandemi.

"Saya pastikan jika semua rencana proyek infrastruktur strategis di Bali akan tetap berjalan seperti halnya Shortcut atau jalan baru batas kota Singaraja-Mengwitani, Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung serta Pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Pura Besakih di Karangasem,” tegas Koster.

Pada bagian lain, Nusakti menegaskan, pembangunan infrastruktur yang dibiayai dari APBN semuanya masih sesuai dengan rencana, tidak ada yang batal atau dipotong.

"Jadi semua akan terus jalan. Pemprov Bali juga telah menuntaskan biasa pembebasan lahannya,” ungkap Nusakti.

Rencananya akan diletakkan Batu Pertama Pembangunan Titik 7A,B,C dan Titik 8 serta Anjung Pandang Ki Barak Panji Sakti

Lebih lanjut, pembangunan Shortcut (SC) pada ruas batas Kota Singaraja-Mengwitani ini dikatakan Nusakti penting untuk menciptakan pemerataan pembangunan antara Bali Utara dan Selatan, khususnya di sektor pariwisata sesuai visi Pemerintah Provinsi Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.

“Latar belakang di bangunnya Shortcut pada titik 7A, 7B dan 7C di sebabkan karena kondisi jalan existing terdapat tikungan pendek yang jari-jari tikungannya kecil dengan kelandaian lebih dari 10 %, sehingga kecepatan kendaraan hanya 20 km/jam.

Skema pembiayaan dengan dana APBN Murni maupun SBSN dengan rencana biaya di gabung dengan SC 8 senilai Rp. 145.568.901.000 (Multi Years Contract),” terangnya.

Pemprov Bali seperti disampaikan Nusakti mengerjakan Detail Engineering Design (DED) serta melakukan pembebasan lahan untuk titik 7A, 7B, 7C, 7D dan 7E serta dan titik 8 dengan luas 11,970 Ha dengan biaya pembebasan mencapai Rp. 83.731.405.598 yang saat ini telah tuntas dilakukan.

Tak hanya sampai disitu, pada proyek ini juga akan dibangun rest area atau Anjung Pandang dan Monumen Ki Barak Panji Sakti sebagai ikon nya nanti.

Dimana luas area taman dan parkir 2,158 M2 dan luas bangunan 180,3 M2 dengan perkiraan biaya mencapai Rp. 4.171.904.431,67.

Diungkapkan Nusakti, pembuatan rest area atau anjung pandang ini berawal dari kunjungan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di lokasi pembangunan jalan baru titik 3,4,5 dan 6, yang dalam arahannya pada saat itu agar dibangun view point (rest area).

Sesuai keputusan bersama antara Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, maka untuk patung yang akan dipasang pada lokasi anjung pandang nantinya adalah patung Ki Barak Panji Sakti. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi