Genjot Produksi Udang Sulsel, KKP Ciptakan Vanamerator

Kamis, 09 September 2021 : 14.15

Alat vanamerator yang merupakan alat pengganti kincir alternatif bagi lokasi tambak yang tidak memiliki jaringan listrik, bernama Vanamerator Hebat Tradisional./Dok.HUMAS BRSDM
Maros -Penyuluh Perikanan Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Bakhtiar menciptakan alat vanamerator pengganti kincir alternatif bagi lokasi tambak yang tidak memiliki jaringan listrik, untuk meningkatkan hasil produksi udang vaname.

Alat vanamerator yang merupakan alat pengganti kincir alternatif bagi lokasi tambak yang tidak memiliki jaringan listrik, bernama Vanamerator Hebat Tradisional.

Tujuannya agar dapat membantu keberlangsungan hidup udang vaname, sehingga menekan angka kematian udang.

Hal tersebut sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Trenggono Trenggono mendorong upaya pengembangan riset dan inovasi untuk kesejahteraan masyarakat di sektor kelautan dan perikanan.

"Semua sentra inovasi bisa dijadikan percontohan pengembangan dan mereplikasi inovasi khususnya inovasi yang sudah masuk TOP 30 Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik tahun 2021 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan," ujar Plt. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaimani dikutip kabarnusa.com dari siaran pers Kamis (9/9/2021)

Pihaknya  menilai, inovasi ini mampu membuka peluang kerja sebanyak 1.000 orang dibandingkan sebelumnya yang hanya dapat mempekerjakan sebanyak 400 orang.

Saat ini, Vanamerator Hebat Tradisional telah diaplikasikan di lokasi tambak Kecamatan Keera yang lokasinya belum tersedia jaringan listrik.

Sebanyak enam Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) yang terdiri dari Pokdakan Tappae, Pokdakan Cillange, Pokdakan Malluse Empan, Pokdakan Malluse Tasi, Pokdakan Mattiro Bulu Watti, dan Pokdakan Malluse Empan, pun telah mengaplikasikan alat ini.

Sebelumnya permasalahan yang dihadapi dalam budidaya udang vaname sebelumnya adalah penyediaan oksigen terlarut dalam air masih mengandalkan kondisi alam sehingga mengakibatkan tingkat kematian udang mencapai 50 persen per hektar per panen.

Alat vanamerator berfungsi menyediakan oksigen terlarut dalam air, yang membantu keberlangsungan kehidupan udang vaname.

Alat ini dibuat dengan rangkaian pipa paralon yang dirakit secara paralel dan dihubungkan ke selang spiral dengan mesin pompa air dan ujungnya, lalu memasukkan vanamerator ke media air tambak.

Vanamerator tidak perlu dinyalakan terus menerus, hanya pada saat dini hari atau dalam keadaan cuaca mendung dimana diperkirakan tambak dalam keadaan kekurangan oksigen, dibandingkan dengan penggunaan kincir yang harus menyala secara terus menerus.

Sejak pemakaian alat vanamerator hebat ini, terbukti mampu menyediakan oksigen terlarut di dalam tambak sehingga tingkat kematian udang vaname menurun menjadi 35 persen. (Miftach Alifi)

Bagikan Artikel

Rekomendasi