Dekopinda Tabanan Gandeng BPR Kanti Gelar Pelatihan MBG

Minggu, 19 September 2021 : 12.40

Ketua Dekopinda Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa (baju merah berdiri) saat meninjau pelatihan MBG yang diikuti anggota gerakan koperasi di SMAN 2 Tabanan
TABANAN - Dewan Koperasi Pimpinan Daerah (Dekopinda) Kabupaten Tabanan menggandeng BPR Kanti untuk menggelar pelatihan Micro Business Game (MBG) yang diikuti 112 orang peserta dari pengurus koperasi yang ada di Kabupaten Tabanan. Pelatihan dilaksanakan di SMAN 2 Tabanan selama dua hari mulai Sabtu (18/9/2021) - Minggu (19/9/2021)

Ketua Dekopinda Tabanan i Nyoman WIRNA Ariwangsa di sela-sela peninjauannya kegiatan pelatihan MBG mengungkapkan, pelatihan MBG ditujukan untuk meningkatkan kualitas SDM koperasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dekopinda yaitu sebagai mitra pemerintah daerah dalam pemberdayaan koperasi.

Disebutkan, kegiatan pelatihan ini merupakan kelanjutan dan kegiatan pelatihan yang telah dilaksankan selama ini dengan sasaran pengurus, pengawas, manager, karyawan dan anggota koperasi. 

"Dalam pelatihan MBG kali ini, Dekopinda Tabanan menggandeng dan bekerjasama dengan BPR Kanti," tandasnya, Minggu (19/9/2021)

Direktur BPR Kanti I Made Arya Amitaba mengungkapkan, MBG yang merupakan suatu metode edukasi interaktif untuk memberikan pengalaman tentang cara mengembangkan usaha skala mikro atau kecil secara efektif dengan memperhatikan kaidah manajemen usaha yang baik. 

Tujuannya secara umum, SDM koperasi ini mendapatkan keterampilan bisnis dasar dan pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan bisnis. Lalu memahami pengertian berpikir dan bertindak wirausaha.

Menurut Arya Amitaba, pelatihan MBG ini untuk memahami cara berpikir dan bertindak wirausaha dan menerapkannya selama simulasi, memahami cara mengembangkan usaha kecil dan menengah lebih lanjut dan menemukan tantangan beserta peluang di masa depan.

Selain itu, memahami dasar prinsip-prinsip akuntansi dan pengendaliannya serta menerapkan alat keuangan (laporan) sederhana selama simulasi serta mengembangkan pemahaman mendalam akan pelanggan dan pengetahuan pemasaran dasar. 

Menyadari adanya dinamika dan persaingan pasar dan memahami hubungan antara lembaga keuangan mikro dan nasabahnya, serta menyadari implikasinya.

“Setelah mengikuti pelatihan, nantinya peserta bisa meningkatkan kapasitas banker hingga bisa lebih memahami karakter UMKM,” katanya.

Dia menambahkan  di tengah pandemi ini lembaga keuangan mikro (BPR, koperasi dan LPD) mengalami tantangan sangat berat karena menjadi sektor yang juga terkena imbas.

Pihaknya mengajak dengan kondisi yang sudah kecil dan dengan jumlah lembaga mikro di Bali yang cukup banyak ini agar jangan bersaing. 

“Ayo bersama bersinergi. Karena ketika sudah bersinergi dan menjadi kelompok yang besar. Bergabungnya BPR, koperasi, dan LPD tentu itu akan menumbuhkan kepercayaan yang lebih besar kepada masyarakat maupun anggota,” ujarnya.

Terkait itu telah menyiapkan produk bersama. Artinya, itu akan mempengaruhi mindset dari anggota bahwa ketika koperasi ini bergabung akan menjadi kuat khususnya dalam hal pemenuhan likuiditas, sehingga nasabah tidak perlu risau menaruh dana di koperasi terlebih lagi ditengah potensi munculnya panic buying dari sejumlah anggota atau nasabah.

“Likuiditas yang terjaga ini akan sangat penting di tengah potensi terjadinya panic buying dari nasabah. Saat ini sudah banyak koperasi yang sudah bergabung ke BPR Kanti," pungkasnya. (gus)

Bagikan Artikel

Rekomendasi