BI Bali: Kerja Sama Antar Daerah Solusi Pengendalian Pasokan Bahan Pangan

Jumat, 24 September 2021 : 07.11

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat mengapresiasi penandatangan kesepakatan bersama antara Kabupaten Bangli, Lombok Barat dan Tabanan. /Dok.BI Bali
Denpasar -  Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menjelaskan, KAD menjadi salah satu solusi efektif bagi pemerintah daerah untuk mengendalikan ketersediaan pasokan bahan pangan.

Menurut Trisno, kerja Sama Antar Daerah (KAD) melibatkan Kabupaten Tabanan Bangli dan Lombok Barat tidak hanya menguntungkan produsen namun juga petani maupun peternak.

Karenanya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat mengapresiasi penandatangan kesepakatan bersama antara Kabupaten Bangli, Lombok Barat dan Tabanan. 

"Sehingga dapat meminimalkan risiko terjadinya fluktuasi harga yang signifikan akibat stok yang berlimpah maupun defisit," tandasnya Rabu 22 September 2021 .

KAD tidak hanya menguntungkan sisi konsumen saja, tapi juga sisi produsen khususnya petani dan peternak. 

Kepastian pasar dan kestabilan harga jual akan meningkatkan motivasi petani serta membantu meningkatkan produktivitas petani dan nelayan, sehingga memperkuat sektor UMKM untuk bertahan dan naik kelas.

Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong terjalinnya KAD, baik di tingkat Provinsi, maupun Kabupaten/Kota dimulai dengan skema Government-to-Government (G2G) dan dilanjutkan Business-to-Business (B2B) .

Semua itu, untuk menyalurkan komoditas pangan yang surplus dan memperoleh komoditas pangan yang defisit.

Kerja Sama Antar Daerah telah dilaksanakan penandatangan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Bangli dengan Kabupaten Lombok Barat, serta Kabupaten Bangli dengan Kabupaten Tabanan perihal “Kerja Sama Distribusi dan Pemasaran Pangan, serta Pengembangan Potensi Daerah”. 

Acara dilaksanakan secara daring dan dihadiri oleh seluruh Kepala Daerah bersama seluruh anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah di 3 (tiga) Kabupaten tersebut, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Artha menyampaikan, tujuan dari terjalinnya Kerja sama Antar Daerah (KAD) ini ialah untuk memenuhi 4 (empat) aspek utama program pengendalian inflasi yang meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif

Juga, untuk meningkatkan potensi komoditas unggulan masing-masing daerah demi kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi dan networking menjadi kunci keberhasilan pembangunan sehingga diharapkan Kabupaten Tabanan dan Lombok barat dapat memenuhi kebutuhan Kabupaten Bangli yang masih defisit dan begitu pula sebaliknya. 

Kerja sama yang dibentuk antara ketiga daerah ini meliputi komoditas pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid mengarahkan masing-masing OPD di Kabupaten Lombok Barat menindaklanjuti kesepakatan bersama yang telah ditandatangani. 

Diharapkan juga, tidak hanya produk pertanian pasca panen saja yang dikerjasamakan, tetapi produk hasil olahannya juga sehingga hal ini menjadi nilai tambah sendiri untuk petani di masing-masing daerah.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya menyampaikan terima kasih kepada Kantor Perwakilan Bank indonesia Provinsi Bali yang telah memfasilitasi terjalinnya KAD antara Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Bangli. 

Kerja sama ini akan mendukung visi Pemerintah Kabupaten Tabanan, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru: Aman, Unggul dan Mandani. (rhm)



Bagikan Artikel

Rekomendasi