Belajar dari Pengalaman Bom Bali hingga SARS, Gubernur Koster Yakini Pandemi Berlalu

Jumat, 17 September 2021 : 06.04

Gubernur Bali, Wayan Koster saat menerima pelaku pariwisata Bali, asosiasi Pariwisata serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali di Jayasabha, Denpasar pada Kamis 16 September 2021/Dok. Humas Pemprov Bali.
Denpasar - Belajar dari pengalaman kejadian yang berhasil dilewati yakni besar Bom Bali, virus SARS hingga erupsi Gunung Agung maka diyakini Bali bisa melewati masa pandemi Covid-19.

Keyakinan itu disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster saat menerima pelaku pariwisata Bali, asosiasi Pariwisata serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali di Jayasabha, Denpasar pada Kamis 16 September 2021.

"SSaya yakin jika pandemi berlalu, Kita akan segera bangkit, karena Kita punya pengalaman seperti ada Bom Bali 1, Bom Bali 2, lalu virus SARS, ada erupsi Gunung Agung, dan semua bisa Kita lalui,” tuturnya.

Koster mengingatkan, pada masa pandemi ini, semua harus dijadikan ajang untuk berbenah diri, menata dengan lebih baik lagi tata kelola pariwisata Bali, agar nantinya bisa dirasakan betul manfaatnya oleh masyarakat Bali dan tentunya menjadi pariwisata yang berkualitas.

Untuk itu, Gubernur Koster mengajak semua komponen pariwisata Bali untuk kompak dan berkomitmen penuh mendukung upaya pemerintah mewujudkan bangkitnya pariwisata Bali dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

“Jadikan ini komitmen Kita bersama agar bisa secepatnya Kita wujudkan one island green zone," ajaknya didampingi Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Atha Ardhana Sukawati.

Jika mau lebih cepat, harus sama-sama solid, komit, dan meredam egoisme.

Membangkitkan pariwisata Bali merupakan sebuah keinginan bersama, baik dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat.

“Tidak perlu diragukan, bahwa untuk pariwisata Saya dan Pak Wagub punya komitmen untuk membangkitkan pariwisata Bali.


"Jadi tidak perlu ragu, bahkan 1 persen pun tidak perlu diragukan, mari bersama melaksanakan sinergi, gotong royong, dan Saya mengajak semuanya untuk menyatukan kekuatan kolektif, jangan ada yang malah ‘ngerecokin’," tandasnya lagi.

Untuk mewujudkan kebangkitan pariwisata Bali, alumnus ITB Bandung ini menerangkan bersama jajaran telah berupaya sangat keras untuk mengendalikan pandemi Covid-19 yang disebutnya sempat mengalami lonjakan kasus dalam beberapa bulan terakhir, terlebih sejak masuknya varian delta yang memiliki tingkat penularan tinggi.

“Namun berkat kerja keras, sekarang sudah mulai melandai. Meskipun demikian, Kita harus memahami betul, bahwa kasus positif sangat berpengaruh dengan kedatangan wisatawan. Jika kasus sudah rendah tanpa diundang pun, pasti akan datang wisatawannya. Karena itulah tidak ada pilihan lain selain mengendalikan kasus di Bali,” terangnya.

Program penanganan pasien yang terkelola dengan baik, lalu diikuti oleh kegiatan vaksinasi dan dibarengi dengan penerapan prokes yang ketat di masyarakat, disebut Gubernur Bali hal itu akan menjadi elemen vital untuk memastikan terkendalinya kasus Covid-19 di Bali.

“Jadi Saya minta dukungan, terutama para pelaku pariwisata untuk mensukseskan kebijakan-kebijakan ini,” ajaknya.

Gubernur juga meyakini para pelaku pariwisata di Bali adalah orang-orang profesional yang sangat unggul dari sisi SDM yang oleh karenanya akan sangat berkompeten nantinya di dalam mendukung pengembalian pariwisata Bali menjadi bangkit.

Yoga Iswara perwakilan pelaku pariwisata Bali menyatakan pelaku pariwisata serta asosiasi pariwisata di Bali kompak untuk mendukung segala upaya dan kebijakan diambil gubernur beserta jajarannya guna memperjuangkan nasib pariwisata di Pulau Dewata.

Pihaknya memberi dukungan kepada gubernur dan wagub yang tidak hentinya memperjuangkan dan melewati proses luar biasa selama pandemi ini. Semua belum pernah menghadapi situasi seperti ini. 

"Untuk itu mami memberi apresiasi untuk gubernur, mudah-mudahan momentum ini menjadi momentum kebangkitan bersama,” imbuh Ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi