Banjir Halmahera Surut Usai Ketinggian 60 Centimeter

Rabu, 22 September 2021 : 14.05

 

Banjir Halmahera sudah surut usai mengalami ketinggian 6 centimeter./Dok.BPBD Halmahera Barat

Jakarta - Banjir melanda Desa Akediri dan Desa Todowong, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat  sudah surut usai dengan ketinggian antara 50-60 sentimeter.

Pada Selasa (21/9), pukul 19.00 waktu setempat atau WIT, peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak pagi kemarin.

Kejadian tersebut menyebabkan 29 unit rumah warga terendam banjir. Ketinggian muka air saat berlangsungnya banjir berkisar antara 50-60 sentimeter.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat menyebutkan, tidak ada korban jiwa atas kejadian ini.

Selain itu, tidak ada warga yang mengungsi melainkan bertahan di rumah masing-masing. Saat ini banjir sudah surut dan para warga bergotong royong membersihkan material yang terbawa saat banjir terjadi.

"Dini hari tadi, sekitar pukul 04.00 WIT, banjir sudah surut. Kini para warga membersihkan rumahnya masing-masing," ujar Muhammad Ade Fabanyo Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Barat melalui sambungan telepon dari siaran pers, Rabu (22/9/2021).

Ade menambahkan, pihaknya sesaat setelah kejadian telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi terdampak guna melakukan kaji cepat dan pendataan.

Penyampaian diseminasi informasi untuk mengantisipasi potensi banjir susulan juga telah dibangun melalui whatsapp group yang terhubung dengan lintas instansi dan pejabat daerah setempat.

Berdasarkan data Geoportal Kebencanaan BNPB, selama kurun waktu 5 tahun (2015 – 2020) Halmahera Barat mengalami kejadian banjir sebanyak 9 kali dengan dampak paling besar terjadi pada tahun 2018, dengan total rumah rusak 12 unit dan fasilitas umum terdampak 1 unit.

Informasi peringatan dini BMKG menyebutkan waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Provinsi Maluku Utara, antara lain Morotai, Tobelo, Galela dan Maba pada siang dan sore hari hingga esok hari (23/9).

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca yang memicu terjadinya bahaya hidrometeorologi. 

Identifikasi potensi risiko dan segera lakukan rencana kesiapsiagaan mulai dari tingkat keluarga hingga komunitas.(Miftach Alifi).

Bagikan Artikel

Rekomendasi