Warga Selayar Terus Kembangkan Wisata Harta Karun Bawah Laut

Rabu, 25 Agustus 2021 : 09.21
Bantuan kompresor senilai Rp.96.195.000,- dimanfaatkan untuk mengisi tabung-tabung selam guna mendukung aktivitas warga dalam mengembangkan wisata bahari Benda Berharga Asal Muatan Kapal yang Tenggelam (BMKT) di wilayah perairan Kepulauan Kabupaten Selayar/Dok. KKP.

Jakarta - Warga Kepulauan Selayar terus mengembangkan wisata bahari Benda Berharga asal Muatan Kapal yang Tenggelam (BMKT) di wilayah perairan Kepulauan Kabupaten Selayar Sulawesi Selatan

Kelompok Tanadoang Marine mewakili warga memanfaatkan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) berupa 1 unit kompresor. 

Bantuan kompresor senilai Rp.96.195.000,- dimanfaatkan untuk mengisi tabung-tabung selam guna mendukung aktivitas warga dalam mengembangkan wisata bahari Benda Berharga Asal Muatan Kapal yang Tenggelam (BMKT) di wilayah perairan Kepulauan Kabupaten Selayar.

Ketua Kelompok Tanadoang Marine Andi Ridha Nur Afdal berkomitmen memanfaatkan bantuan untuk menunjang kegiatan kelompok masyarakat Tanadoang Marine yang memanfaatkan Kawasan Konservasi Perairan Daerah Pulau Pasi Gusung Desa Bontolebang Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan sebagai destinasi wisata bahari dan BMKT. 

“Mesin kompresor ini sangat bermanfaat untuk kami gunakan mengisi tabung. Kami berharap ke depan di lokasi kami akan terlaksana program rehabilitasi terumbu karang,” ujarny Rabu 24 Agustus 2021.

Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Pamuji Lestari dalam keterangannya di Jakarta menyampaikan Selayar memiliki titik-titik wisata BMKT sehingga warga setempat perlu mendapat dukungan dalam pengembangan wisata bahari berbasis BMKT. 

Hal ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk melibatkan masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan pengelolaan kawasan.

Bantuan sarana pemanfaatan BMKT adalah salah satu program KKP dalam mengelola BMKT in-situ yang melibatkan kelompok masyarakat di sekitar lokasi temuan. 

Masyarakat akan terlibat dalam menjaga dan memanfaatkannya sebagai lokasi wisata bahari seperti menyelam dan snorkeling,” terang Tari.

Direktur Jasa Kelautan Miftahul Huda menambahkan bantuan dapat dimanfaatkan kelompok guna menarik wisatawan untuk menyelam di lokasi perairan Pulau Pasi Gusung, Desa Bontolebang Kecamatan Bontoharu sebagai lokasi ditemukannya jangkar dan meriam yang diduga merupakan bagian peninggalan kapal milik VOC Walvis yang ditahan dan tenggelam di perairan Selayar pada 7 Januari 1663 silam.

Generasi muda Selayar diharapkan dapat menjaga laut sebagai penghidupan yang dapat dimanfaatkan potensinya untuk mengembangkan wisata bahari kapal tenggelam. (rhm)


Bagikan Artikel

Rekomendasi