Wagub Bali Gairahkan Sektor Pertanian hingga Kerajinan Lokal Penopang Eonomi Rakyat

Selasa, 03 Agustus 2021 : 22.31
Wakil Gubernur Bali Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati/Dok. Humas Pemprov Bali

Denpasar - Masyarakat diajak kembali menekuni sektor pertanian, kelautan dan perikanan serta membangkitkan kerajinan lokal sebagai mata pencaharian penopang ekonomi rakyat.

Wakil Gubernur Bali Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati menyatakan hal itu saat menjadi narasumber serangkaian kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Peserta Didik Sespimti Polri Dikreg ke-30 T.A. 2021 secara virtual, di ruang kerjanya, Selasa (3/8/2021).

Semua pihak untuk turut aktif berperan memerangi penyebaran Covid-19 yang hingga saat ini masih mengancam kesehatan masyarakat dan juga memporak-porandakan perekonomian.

Awalnya, Bali hidup dari sektor agraris (premier) kemudian beralih sektor pariwisata (tersier) secara tanpa sengaja melompati sektor industri pengolahan (sekunder) menjadikan masyarakat Bali mengalami kewalahan saat sektor tersier mengalami keterpurukan.

Baca Juga: Hari Kemerdekaan RI, Indosat Ooredoo dan Snap Luncurkan Developer Challenge

Untuk itu, beberapa langkah diambil kembali menekuni sektor pertanian, kelautan dan perikanan serta membangkitkan kerajinan lokal sebagai mata pencaharian penopang ekonomi rakyat.

Semua harus untuk menjaga imun tubuh dengan baik agar ketahanan dan kesehatan tetap terjaga.

Salah satunya, harus kembali kepada sektor pengolahan (sekunder), yakni memetik buah yang ditanam contohnya jeruk dan salak, dimana masing-masing buah ini dapat diolah menjadi juice dan wine.

Baca Juga: OJK Minta Perusahaan Pembiayaan Evaluasi Kebijakan Kerja Sama dengan 'Debt Collector'

"Kemudian bisa dijual untuk masyarakat lokal, dengan begitu perputaran ekonomi juga akan kembali tumbuh," imbuhnya.

Guna mewujudkan kehidupan yang saling menopang perlu dilakukan diversi (memperluas) terkait bagaimana cara memanfaatkan pariwisata sebagai lahan untuk memasarkan produksi lokal.

Dengan mematangkan sejumlah kegiatan di sektor pertanian, kelautan, perikanan dan UMKM, saat pandemi Covid-19 mulai melandai dan dibukanya pintu pariwisata, secara langsung sudah membuka peluang baru. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi