Tekan Laju Covid-19, Desa-desa Diharapkan Tingkatkan Jumlah Isoter

Rabu, 25 Agustus 2021 : 23.12

Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat memimpin rapat peninjauan pelaksanaan Isoter berbasis Desa, bertempat di Kantor Camat Ubud, Gianyar, Rabu (25/8/2021)/Dok. Humas Pemprov Bali.

Gianyar – Desa-desa di Provinsi Bali diharapkan terus meningkatkan jumlah isolasi terpusat atau isoter sebagai upaya untuk menekan laju penyebaran virus corona atau Covid-19.

Selain itu, aparatur desa diminta mengajak masyarakat untuk tidak ragu menjalani perawatan di isoter.

Munculnya gelombang kedua, akibat varian baru Covid-19 di Bali terus mendapatkan perhatian semua pihak. Karena itu, berbagai upaya untuk menurunkan angka kasus baru dan kematian terus dilakukan Pemprov Bali bersama Satgas Penanggulangan Covid-19 di Bali.

Salah satu upaya yang dipercaya bisa menekan laju penyebaran adalah dengan pelaksanaan isoter.

"Isoter berbasis desa menjadi salah satu cara penekanan laju kasus Covid-19 di Bali," tegas Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat memimpin rapat peninjauan pelaksanaan Isoter berbasis Desa, bertempat di Kantor Camat Ubud, Gianyar, Rabu (25/8/2021).

Sebagai salah satu green zone, bersama dengan Sanur dan Nusa Dua, diharapkanm pelaksanaan Isoter berbasis desa di Ubud ini membuahkan hasil dalam menekan laju penyebaran virus.

,” harapnya dalam rapat yang turut juga dihadiri oleh Kalaksa BPBD Prov Bali I Made Rentin, Kepala Dinas Kesehatan Prov Bali dr. Ketut Suarjaya, Kepala Dinas Pariwisata yang diwakili oleh Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Prov Bali Ida Ayu Indah Yustikarini, Camat Ubud Komang Alit Adnyana serta Kepala Desa di seputaran Ubud.

Pembuatan Isoter sebagaimana arahan Menko Maritim dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan ketika kunjungan kerjanya ke Bali Minggu lalu.

Cok Ace mengutip penjelasan Menko Luhut, tingginya angka kasus Covid-19 di Bali dikarenakan banyak pasien OTG-GR yang menjalankan isoman.

"Sehingga laju penyebarannya tidak bisa kita kontrol,” tuturnya.

Berbagai pendekatan Isoter dilakukan, seperti Isoter di hotel-hotel berbintang yang difasilitasi Pemprov bersama dengan Pemkab atau Pemkot, dan Isoter berbasis desa.

Ia meyakini Isoter berbasis desa sangat bagus diterapkan di Bali karena ini juga sesuai dengan kearifan lokal kita.

Bisa jadi, banyak masyarakat yang kurang nyaman jika harus diisolasi di hotel dan jauh dari tempat tinggal. Sehingga isolasi secara terpusat dengan fasilitas desa bisa menjadi salah satu solusi.

Pada bagian lain, dia menegskan target vaksinasi terus dikejar, sehingga masyarakat Bali bisa memenuhi target vaksin pada September mendatang,” tutupnya.

Kalaksa BPBD I Made Rentin juga meyakini bahwa pelaksanaan Isoman selama ini cukup beresiko, Ketut Suarjaya menanbahkanm kultur rumah di Bali yang dihuni oleh banyak orang/KK, serta jiwa kekerabatan yang tinggi jika ada orang sekitar sakit maka tetangga beramai-ramai menjenguk.

Karena itu, konsep isoter berbasis desa menurut Rentin bisa memanfaatkan rumah-rumah penduduk yang tidak terpakai atau fasilitas Desa, tentu saja dengan pengawasan ketat dari aparat Desa.

Pada kesempatan itu, Rentin tak lupa mengajak para kepala desa untuk terus mengingatkan warga pada masa pandemi tetap mematuhi kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 yang dilakukan di seluruh Bali.

"Kami himbau masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan dan menjaga 5M," imbuhnya.

Tetap disiplin 5M, yakni memakai masker saat beraktivitas keluar rumah, mencuci tangan dengan air mengalir atau hand sanitizer, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Kadiskes Ketut Suarjaya menambahkan, angka kasus baru di Bali masih cukup tinggi, sekitar 26%, dikarenakan varian delta, 10 kali lebih cepat menyebar dibandingkan varian Covid-19 biasa.

Untuk itu, penambahan Isoter serta percepatan pencapaian vaksinasi kita targetkan agar bisa segera keluar dari pandemi ini,” imbuhnya.

Para Kepala desa menyambut baik rencana tersebut. Ubud sebagai salah satu kawasan green zone di Bali siap melaksanakan kebijakan Isoter berbasis desa dalam menahan laju Covid-19. (Rohmat)

Bagikan Artikel

Rekomendasi