Sejarah Penelitian Ikan Gurami Hibrida hingga Dinamai Bima

Senin, 23 Agustus 2021 : 10.13

Pembentukan Varietas Unggul Ikan Gurami Tumbuh Cepat' dimulai pada tahun 2014, sebagai upaya peningkatan performa pertumbuhan gurami Bima dilakukan melalui program riset peningkatan utu genetik/Dok. KKP,

Jakarta - Pemilihan nama Bima untuk ikan gurami hibrida hasil pemuliaan bukan semata perkawinan silang antara gurami jantan Jambi dan gurami betina Majalengka namun terinspirasi tokoh pewayangan.

Gurami merupakan komoditas penelitian Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI), Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Pembentukan Varietas Unggul Ikan Gurami Tumbuh Cepat' dimulai pada tahun 2014, sebagai upaya peningkatan performa pertumbuhan gurami Bima dilakukan melalui program riset peningkatan mutu genetik,

Dimulai penelitian dengan melakukan koleksi ikan gurami dari beberapa populasi yang berbeda. Antara lain Majalengka, Tasikmalaya, Jambi dan Kalimantan. 

Pada tahun 2015, dilakukan karakterisasi genotipik dengan hasil yang menunjukkan bahwa populasi Jambi dan Majalengka memiliki hubungan kekerabatan paling jauh, sehingga potensial untuk digunakan dalam upaya pemuliaan melalui program hibridisasi. 

Pada tahun 2016-2017, dilakukan evaluasi performa pertumbuhan, dimana hasilnya menunjukkan bahwa persilangan antara induk betina gurami Majalengka dengan induk jantan gurami Jambi terbukti memiliki nilai heterosis yang tinggi, yaitu sebesar 32,68 persen pada umur 14 bulan. 

Kepala BRSDM Sjarief Widjaja Hal menyatakan bahwa ikan gurami hibrida prospektif sebagai varietas ikan gurami unggul tumbuh cepat. 

"Pada tahun 2018, uji multilokasi pun dilakukan dan menunjukkan hasil bahwa ikan gurami hibrida ini memiliki pertumbuhan 26,97 persen lebih cepat daripada ikan gurami lokal di Tulungagung," sebutnya dalam siaran pers Minggu 22 Agustus 2021. 

Sedangkan hasil uji multilokasi di Sukamandi menunjukkan bahwa ikan gurami hibrida tumbuh cepat memiliki pertumbuhan 17,18 persen lebih cepat daripada ikan gurami Galunggung Super. 

Dari Berdasarkan hasil pengujian performa ketahanan terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila dan bakteri Mycobacterium fortuitum, menunjukkan benih ikan gurami hibrida ini memiliki ketahanan yang lebih tinggi daripada benih ikan gurami Galunggung Super hasil rilis Balai Pengembangan Budidaya Ikan Gurami dan Nilem (BPBIGN) Singaparna. 

Berdasarkan hasil uji toleransi lingkungan, didapatkan bahwa benih ikan gurami hibrida ini memiliki ketahanan toleransi yang lebih tinggi terhadap paparan cekaman suhu, salinitas serta pH. 

Pemilihan nama Bima untuk ikan gurami hibrida hasil pemuliaan tersebut bukan semata perkawinan silang antara gurami jantan Jambi dan gurami betina Majalengka, namun terinspirasi tokoh pewayangan.

Terdapat sosok Bima yang hebat dan bertubuh kuat, layaknya potensi yang dimiliki gurami hibrida tersebut. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi