Program Vaksinasi untuk Buruh PT. Boyang Industrial

Selasa, 24 Agustus 2021 : 15.23

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ahmad Luthfi memberikan pengarahan tentang herd immunity untuk karyawan pabrik PT. Boyang Industrial di Purbalingga/ist/Agus Nugroho. 

Banyumas - Saat ini pemerintah sedang berupaya melanjutkan program vaksinasi C-19 untuk pekerja guna mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok dan segera memasuki masa endemi.

Untuk mewujudkan hal itu, pemerintah tak bisa jalan sendiri sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi sinergitas dari semua stakeholder. Baik di internal pemerintah maupun dengan masyarakat.

Vaksinasi Covid-19 untuk pekerja atau buruh bertujuan melindungi pekerja, meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi keparahan penyakit atau risiko kematian, menjaga produktivitas, efisiensi perusahaan, sekaligus membantu kepastian status kesehatan para pekerja.

Sebanyak 300 karyawan PT. Boyang Industrial mendapatkan vaksin kedua jenis sinovac. Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengunjungi pelaksanaan vaksinasi untuk para buruh di PT. Boyang Industrial Kabupaten Purbalingga, Selasa (24/8/2021).

Kapolda menuturkan vaksinasi ini dilakukan untuk menciptakan kekebalan covid-19 di kalangan buruh khususnya di sektor industri.

“Tepat sekali hari ini dilakukan vaksin tahap ke 2 jenis Sinovac, yang terhitung bulan kemarin sudah dilakukan vaksinasi tahap 1,” jelas Kapolda dalam konferensi pers.

Ditambahkan Kapolda, vaksinasi ini diharapkan dapat menciptakan herd immunity bagi masyarakat kita khususnya bagi karyawan.

Meski TNI-Polri telah melaksanakan vaksinasi massal, jelas Kapolda, masyarakat tetap wajib menerapkan protokol kesehatan, yang paling utamanya adalah memakai masker.

Kapolda menerangkan dengan memakai masker artinya kita melindungi diri sendiri dan orang lain.

Untuk memaksimalkan herd immunity, Kapolda Jateng berencana menambah droping vaksin jenis Moderna untuk masyarakat di Purbalingga.

Program vaksinasi itu merupakan langkah strategis, karena sebagian dari kelompok pekerja tersebut akan melakukan mobilitas antar masyarakat dan memiliki risiko tinggi terpapar Covid-19.(Agus Nugroho)
Bagikan Artikel

Rekomendasi