Presiden Jokoowi Promosikan Porang sebagai Makanan Sehat Masa Depan

Sabtu, 28 Agustus 2021 : 18.32

Presiden Jokowi saat bertemu para pimpinan partai politik koalisi di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 25 Agustus 2021/Dok. Biro Pers Setpres.

Jakarta- Presiden Joko Widodo mempromosikan porang sebagai makanan sehat di masa depan.

Menurutnya, komoditas kelapa sawit yang memiliki banyak produk turunan yang bisa dilakukan hilirisasi. Dengan hilirasi, nilai tambah suatu komoditas bisa ada di dalam negeri.

"Termasuk hal-hal yang berkaitan dengan pertanian seperti porang," imbuhnya saat bertemu para pimpinan partai politik koalisi di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 25 Agustus 2021.

Mantan Wali Kota Solo itu menilai komoditas umbi-umbian tersebut memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi primadona ekspor. 

Selain mudah ditanam, porang juga bisa diolah menjadi berbagai macam produk seperti beras, agar-agar, bahan untuk mie, hingga bahan untuk kosmetik. Porang juga dinilai akan menjadi makanan pokok masa depan karena rendah kalori, rendah karbo, dan bebas gula.

"Makanan sehat ke depan ya ini (porang)," katanya menegaskan.

Indikator ekonomi lainnya yang juga membaik yaitu ekspor yang pada kuartal kedua naik sebesar 31,8 persen. 

Angka tersebut utamanya didorong oleh sektor pertanian yang mengalami kenaikan cukup signifikan. 

"Saya kira ini membuat kita optimistis," tambahnya.

Pada bagian lain, di tengah penanganan pandemi Covid-19, pemerintah terus berupaya untuk mengendalikan perekonomian nasional. 

Keseimbangan "gas dan rem" antara penanganan di bidang kesehatan dan ekonomi menjadi tantangan yang tidak mudah untuk dihadapi. Meski demikian, sejumlah indikator perekonomian nasional menunjukkan angka yang menggembirakan.

"Alhamdulillah di kuartal pertama 2021 dari minus 0,7 (persen), di kuartal kedua kita bisa sudah meloncat ke 7,07 (persen)," ujar Jokowi.

Angka inflasi juga relatif terkendali di angka 1,5 persen. Jika dibandingkan dengan sejumlah negara lain, inflasi di Indonesia relatif lebih terjaga.

Konsumsi masyarakat selama kuartal kedua berada di angka 5,9 persen. Sementara itu, investasi tumbuh sangat baik di angka 7,5 persen. 

Perbaikan sejumlah indikator perekonomian tersebut dibarengi juga dengan naiknya Indeks Kepercayaan Pemerintah yang kini berada di angka 115,6 dibandingkan sebelumnya yang berada di angka 97,6. Kepala Negara memandang bahwa hal tersebut menunjukkan adanya optimisme masyarakat.

Hal ini, juga kepercayaan konsumen, kepercayaan publik, kepercayaan masyarakat kelihatan dari indeks-indeks seperti ini yang angkanya selalu kita peroleh apabila surveinya selesai. 

"Artinya ada optimisme, arahnya positif, tetapi juga kita tetap harus berada pada posisi kehati-hatian, kewaspadaan karena memang sekali lagi sulit dihitung dan sulit dikalkulasi," tandasnya. (rhm)


Bagikan Artikel

Rekomendasi