NU: Pengurangan Risiko Bencana Perintah Ajaran Islam, Tinggal Dilaksanakan

Minggu, 01 Agustus 2021 : 20.20
Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) PBNU, M. Ali Yusuf/Dok. LPBI NU

Jakarta - Nahdhatul Ulama (NU) melihat upaya Pengurangan Risiko Bencana atau PRB sejalan dengan ajaran Islam sehingga kini tinggal pelaksanaannya di lapangan.

Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) PBNU, M. Ali Yusuf menegaskan itu pada pelatihan Pengelolaan Risiko Bencana pada program Penguatan Ketangguhan Masyarakat dalam Menghadapi COVID-19 dan Bencana Alam (PKMM-CBA).

Program PKMM-CBA, kata Ali Yusuf, melakukan pendampingan kepada masyarakat untuk melakukan identifikasi ancaman bencana di level desa berikut upaya PRB yang harus dilakukan.

Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk menyusun SOP penanganan darurat saat pandemi di level desa.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Bali Melonjak, Sehari Bertambah 1.146 Positif

“PRB merupakan bagian penting ajaran Islam, PRB merupakan bagian inti ajaran Islam. PRB jelas perintah ajaran Islam. Dalil agama-agama sudah banyak tinggal pelaksanaan yang perlu ditingkatkan,” katanya dalam keterangan resminya, Minggu (1/8/2021).

Para peserta pelatihan adalah tim pelaksana program dari Kabupaten Lamongan, Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Pasuruan, Malang, Kotamadya Kediri (Jawa Timur), Kabupaten Buleleng (Bali) dan Kabupaten Lombok Barat (Nusa Tenggara Barat. Selain itu, peserta pelatihan juga berasal dari tim pusat program.

Mulai 28 hingga 31 Juli 2021 mereka mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) yang didukung oleh DFAT Australia melalui SIAP SIAGA Palladium.

Pelatihan ini dimaksudkan memberikan bekal kepada seluruh pelaksana program agar dapat mempromosikan dan mengajak semua pihak untuk mendukung upaya pengurangan risiko bencana.

Baca Juga: Kampanyekan #GerakanSejutaVitamin, Pyridam Farma Bagikan Vitamin Gratis untuk Masyarakat

Agar setiap potensi ancaman bencana bisa ditangani dan dampak kejadian bencana bisa dikurangi atau diminimalisir. Program PKMM-CBA yang dilaksanakan LPBI NU ini berbasis RW dan menyasar langsung rumah tangga/keluarga.

Lingkup program meliputi kampanye publik untuk memperkuat upaya pencegahan Covid-19, berbasis masyarakat termasuk melalui rumah ibadah, pembuatan update data warga terpilah berbasis geospasial, penyediaan dan pemanfaatan fasilitas pendukung pelaksanaan protokol kesehatan termasuk fasilitas karantina berbasis RW.

Selain itu, program PKMM-CBA juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang paling terdampak COVID-19.

Baca Juga: Dukung Jurnalisme Berkualitas, AMSI Luncurkan Riset Lanskap Media Digital Indonesia

Pada saat penanganan COVID-19, banyak kejadian bencana melanda berbagai daerah di Indonesia, misalnya banjir berkepanjangan di Kalimantan Selatan, gempa di Sulawesi Barat, gempa di Malang dan sekitarnya, serta siklon seroja di NTT.

Perwakilan SIAP SIAGA Palladium, Kristanto Sinandang menambahkan, program ini mendukung program Destana (Desa Tangguh Bencana) berbasis kesejahteraan dan SPM (Standar Pelayanan Minimum).

Melalui pelatihan ini akan mengembangkan model universal sehingga lebih akomodatif. Destana berbasis kesejahteraan ingin mengisi lebih lanjut urusan ekonomi, penghidupan wacana yang sedang dikembangkan adaptif social protection.

“Semoga pelatihannya lancar tentunya hasilnya untuk peningkatan kapasitas program, puncaknya bisa memberikan manfaat kepada masyarakat yang dilayani,” harapnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi