Layanan Jasa Keungan Giro dan Tabungan Dongkrak Pertumbuhan BSI

Sabtu, 14 Agustus 2021 : 15.00

Konferensi pers paparan Triwulan kedua Tahun 2021 Bank Syariah Indonesia (BSI)/Dok. BSI
Jakarta -Adanya peningkatan dana murah melalui layanan jasa keuangan giro dan tabungan yang sebesar 54,81% dari total DPK berkontribusi terhadap pertumbuhan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) Hery Gunardi  menjelaskan, sejumlah capaian diraih Bank syariah terbesar di Indonesia seperti pertumbuhan nasabah atau user mobile bangking dan lainnya.

BSI berhasil menorehkan kinerja impresif sepanjang semester I 2021 dengan raihan laba bersih sebesar Rp 1,48 triliun, naik 34,29% secara year on year (yoy).

Demikian juga, pertumbuhan Bank syariah terbesar di Indonesia ini terlihat dari jumlah user mobile banking yang signifikan, menembus 2,5 juta pengguna.
 
Selanjutnya, BSI mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun. 

Kenaikan laba pada semester I tahun ini dipicu pertumbuhan pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) yang berkualitas.

"Sehingga biaya dana dapat ditekan," katanya dilansir dari dilansir dari laman dari laman bank.bsi.co.id..

Hal itu mendorong kenaikan pendapatan margin dan bagi hasil yang tumbuh sekitar 12,71% secara year on year (yoy).

“Untuk meningkatkan kinerja, pada tahun ini BSI fokus untuk menjaga kualitas pembiayaan dan memanage coverage ratio dengan tetap mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan akselerasi kapasitas digital dan operasional,” sambung Hery.

Selanjutnya, BSI dapat meningkatkan rasio profitabilitas dengan adanya pertumbuhan laba yang signifikan. 

Hal itu ditandai meningkatnya ROE (Return on Equity) dari 11,69% per Juni 2020 menjadi 13,84% per Juni 2021.

Hery melanjutkan, guna menjaga pertumbuhan ke depan, Hery mengatakan BSI akan terus meningkatkan kapabilitas digital. Pasalnya volume transaksi kanal digital BSI tumbuh signifikan sepanjang triwulan kedua 2021.

Nilai transaksi kanal digital BSI sampai bulan Juni lalum sudah menembus Rp 95,13 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari transaksi melalui layanan BSI Mobile yang naik 83,56 % secara yoy. 

Jika dirinci, lanjut Hery, sepanjang Januari-Juni 2021, volume transaksi di BSI Mobile mencapai Rp 41,99 triliun.

Nilai tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 109,82% secara yoy. Hal ini didorong oleh jumlah user mobile banking yang menembus 2,5 juta pengguna.
 

Dilihat dari sisi bisnis, pada semester I 2021 bank syariah milik Himbara itu telah menyalurkan pembiayaan hingga Rp161,5 triliun. Jumlah tersebut naik sekitar 11,73% dari periode yang sama pada 2020 yang sebesar Rp144,5 triliun.

Segmen konsumer yang mencapai Rp75 triliun atau setara 46,5% memberi porsi terbesar dari total pembiayaan. Adapun segmen korporasi sebesar Rp36,7 triliun atau sekitar 22,8%. 

Kemudian segmen UMKM yang mencapai Rp36,8 triliun setara 22,9% dan sisanya segmen komersial Rp10 triliun atau sekitar 6,2%.

Memasuki paruh pertama tahun ini, BSI mampu menjaga kualitas pembiayaan positif sebagaimana terlihat dari tren penurunan non performing financing (NPF) gross dari 3,23% pada semester I 2020 menjadi 3,11% pada enam bulan pertama tahun ini.

Untuk meningkatkan prinsip kehati-hatian, BSI juga telah mencadangkan cash coverage sebesar 144,07% sampai semester I 2021. 

Ditambahkan Hery, dari sisi liabilitas, penghimpunan DPK BSI sampai semester I 2021 mencapai Rp216,36 triliun, naik 16,03% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020 yang sebesar Rp186,49 triliun.

Hal itu menurunkan biaya dana atau cost of fund dari 2,78% pada semester I 2020 menjadi 2,14% pada paruh pertama tahun ini.

Atas capaian kinerja tersebut, BSI mencatatkan total aset sebesar Rp247,3 triliun hingga Juni 2021 atau mengalami kenaikan sekitar 15,16% secara yoy. Total aset BSI mencapai Rp214,7 triliun pada periode sama tahun lalu. (rhm)



Bagikan Artikel

Rekomendasi