Krakatau International Port Cilegon Ideal Jadi Pusat Logistik Perikanan

Jumat, 20 Agustus 2021 : 16.15

Menteri KKP Trenggono Tinjau KIP / Dok. KKP

Cilegon - Krakatau International Port (KIP) Cilegon, Banten, layak menjadi salah satu simpul (pusat) logistik perikanan di Indonesia. Lokasi, kapasitas dan fasilitasnya sangat mendukung. 

Demikian penilaian Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono pada Kamis (19/8/2021).

KIP merupakan pelabuhan curah makanan dan padi-padian terbesar di ASEAN. Dengan panjang 3,5 km, pelabuhan ini memiliki 17 dermaga, dengan dilengkapi conveyor, gantry grab ship unloader, dan gudang terintegrasi. 

"(Bagus) untuk (mendukung produktivitas) perikanan tangkap ini. Harus kita maksimalkan," ujar Menteri Trenggono saat meninjau KIP bersama sejumlah pejabat Eselon I Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Rombongan disambut Akbar Djohan, Direktur Utama PT. KBS, anak perusahaan Krakatau Steel yg mengelola KIP.

PT KBS memplot Dermaga 4 untuk dijadikan kawasan pelayanan cold storage, karena lokasinya yang strategis, ada jalur kereta api, dekat jalan tol, pusat logistik berikat dan depo serta dryport. 

Kedalaman perairannya yang hingga 8 meter juga memadai untuk berlabuhnya kapal ukuran besar.

Pengembangan sistem rantai dingin (cold chain) di KIP, menurut Akbar, lantaran teknik pengawetan produk perikanan akan menjadi lebih baik dan dapat meningkatkan daya saing transportasi.

Dengan cold chain bakal meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) bagi negara, peningkatan volume perikanan tangkap dan budidaya dalam negeri, serta mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan lantaran hasil produksinya terserap lebih stabil.

Jangkauan kargo yang dibawa menjadi lebih luas karena KIP berada di jalur pelayaran Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 1 dan penghubung jalur pelayaran Selat Malaka serta Lintas tol laut.

KIP juga aktif mencari mitra bisnis termasuk dengan skema  KPBU untuk pengembangan bisnis transhipment, perawatan kapal (MRO), unit pengolahan ikan bahkan sampai bursa ikan.

"Harapannya bisa menjadi simpul logistik produk curah dan olahannya untuk kebutuhan di Pulau Jawa," demikian Akbar. (pyd)


Bagikan Artikel

Rekomendasi