Kelompok Cipayung Plus Bali: Masyarakat Jenuh, Kebijakan PPKM Tak Berikan Kepastian

Senin, 23 Agustus 2021 : 08.52
Rembug Pemuda digelar Kelompok Cipayung Plus Bali/Dok. Praga Institute

Denpasar - Masyarakat saat ini dilanda kejenuhan karena kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak kunjung memberikan kepastian dengan masih tingginya kasus Covid-19.

Karena itulah, Organisasi Kepemudaan & Kemahasiswaan Korwil V PP GMKI, Komda III PP PMKRI, PD KMHDI Bali, DPD IMM Bali, DPC PERMAHI Bali, GMKI Cabang Denpasar, GMKI Cabang Badung, PC IMM Denpasar, PC IMM Badung & PC KMHDI Denpasar yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus Bali menyelenggarakan Rembug Pemuda.

Kegiatan mengusung tema “Dilema PPKM” digelar di Denpasar, Minggu 22 Agustus 2021.  

Diketahui, pandemi Covid-19 terus berlanjut, kebijakan pemerintah dalam upaya menekan angka Covid-19 juga terus berlanjut melalui kebijakan PPKM.

Koordinator kegiatan Arya Gangga mengatakan, sampai pada hari ini angka Covid-19 di Bali tidak menunjukkan penurunan yang signifikan.

Arya Gangga sebagai salah satu perwakilan Cipayung Plus Bali menambahkan, kegiatan ini sebagai langkah awal dalam menentukan sikap selanjutnya.

"Rembug Pemuda ini sebagai bentuk pelayanan dan pengabdian kita kepada masyarakat sekaligus bentuk keberpihakan kita ketika bahwa masyarakat telah jenuh dengan kebijakan yang tidak pernah memberikan kepastian terhadap masyarakat Bali," tutur Arya.

Dia menyampaikan,kelompok Cipayung Plus Bali tidak akan pernah berhenti sebelum mendapatkan kejelasan dari pemerintah terkait dengan kebijakan PPKM yang dirasa tidak memperhatikan kondisi masyarakat yang ekonominya sudah melemah “tutup Arya”

Rembug Pemuda yang dilaksanakan Kelompok Cipayung Plus diikuti sekitar 25 peserta dari berbagai perwakilan yang diundang serta tidak lupa menaati protokol kesehatan, kegiatan ini merupakan bentuk evaluasi Kelompok Cipayung Plus Bali terhadap kebijakan yang selama ini terus diperpanjang pemerintah.

Dalam pembahasannya Rembug Pemuda yang dilaksanakan Kelompok Cipayung Plus Bali menghadirkan tiga narasumber dari tiga perspektif berbeda.

Akademisi atau Pengamat Ekonomi I Gusti Alit Suputra, peneliti Bali Science Institute atau Sosiolog Made Ferry Kurniawan dan Pelaku usaha I Ketut Sae Tanju, salah satu pengusaha terdampak langsung karena kebijakan PPKM yang dikeluarkan pemerintah, menyampaikan pandanganya dalam kegiatan. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi