Kapal Berbendera Luxembourg Selamatkan Lima ABK KM Eka Jaya di Perairan Pangkalan Bun

Minggu, 08 Agustus 2021 : 07.44

Tim SAR gabungan melakukan evakuasi terhadap lima orang ABK (nelayan) KM Eka Jaya 1di Pelabuhan Benoa, Denpasar/Dok.Basarnas Bali

Denpasar -  Kapal berbendera Luxembourg rute Singapura tujuan Australia menyelamatkan lima orang ABK (nelayan) KM Eka Jaya 1 yang kapalnya mengalami kecelakaan pada posisi 03°48'7.00"S - 110°24'2.00"E, Perairan Laut Jawa atua sekitar Perairan Pangkalan Bun Kalimantan Tengah.

Setelah berhasil melakukan kontak dengan Basarnas Bali, akhirnya Tim SAR gabungan melakukan intercept dengan Kapal MV Devon Express di Perairan Pelabuhan Benoa, Minggu (8/8/2021). 

Kepala Seksi Operasi dan kesiapsiagaan Basarnas Bali Anak Agunga Alit Supartana, mengungkapkan pihaknya menerima informasi pada Sabtu (7/8/2021) dari Basarnas Pusat sekitar pukul 10.40 Wita. 

Identitas kelima ABK atas nama Asep Sunandar asal Suka Bumi Muara Baru, Casmita Dari asal Karawang, Armin asal Cipinang Jaktim, Sutarno asal Eretan dan Eko Purnomo asal Kerawang. 

Kronologis awal diinformasikan kepada Basarnas Bali, KM Eka Jaya 1 brangkat melaut dari Muara Angke pada Kamis (29/7/2021) menuju perairan laut Jawa. 


Dalam perjalanan, mengalami kecelakaan para ABK diselamatkan Kapal MV Devon Express pada hari Sabtu (7/8/2021). 

Dari penuturan nelayan yang dievakuasi, jumlah keseluruhan ABK di KM Eka Jaya 1 belum bisa memastikan.

"Informasi kami terima 5 orang dalam kondisi selamat, dan informasi dari nelayan yang kita tanya mereka berangkat dari Muara Angke," ungkap Alit Supartana.

Tim SAR gabungan bergerak kurang lebih pukul 03.30 Wita menuju titik intercept mengerahkan 2 unit RIB dari Basarnas Bali dan Polair Polda Bali.  Lokasinya berjarak 2 Nm heading 108.6° dari pelabuhan Benoa Bali. 

Hambatan cuaca dan angin kencang dirasakan tim gabungan namun karena koordinasi dan komunikasi antara tim rescuer yang berada di Devon Express akhirnya evakuasi dapat berjalan dengan aman dan lancar.

"Pada pukul 04.50 Wita intercept selesai dilaksanakan dan seluruh ABK dalam keadaan sehat," imbuhnya.

Mereka kemudian diserahkan kepada agen kapal dan Satgas Covid-19 Pelabuhan Benoa.  (rhm)


Bagikan Artikel

Rekomendasi