Era Baru untuk Dunia Pariwisata Kabupaten Kendal di Masa Pandemi

Kamis, 26 Agustus 2021 : 22.48

Kabupaten Kendal memiliki beberapa pesona wisata yang terbilang cukup bervarisi, karena masa pandemi ini masyarakat dihimbau untuk menjalankan protokol kesehatan dan sudah divaksin/ist/Agus Nugroho. 
Kendal - Status Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kendal telah menunjukan penurunan yang cukup drastis hingga saat ini. Percepatan vaksinasi yang dilakukan Pemkab Kendal telah menjangkau masyarakat secara menyeluruh.

Dengan perkembangan yang telah ditunjukan saat ini Kabupaten Kendal telah masuk dalam status Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 dari sebelumnya berada di level 4.

PPKM Level 3 di Kabupaten Kendal berdampak pada pelonggaran beberapa aktivitas masyarakat diantaranya mulai melakukan percobaan Pembelajaran Tatap Muka serta uji coba pembukaan destinasi wisata.

Kabupaten Kendal memiliki pesona wisata yang terbilang cukup bervarisi, mulai dari wisata pantai hingga bernuansa alam seperti pegunungan, dan curug.

Salah satu destinasi wisata berada di wilayah Limbangan diantaranya adalah, pemandian air hangat Desa Pakis, Curug Paleburgongso, Bukit Selo Arjuno, Hutan Pinus, dan Kebun Teh Promasan.

Camat Limbangan Widodo mengatakan, jika selama PPKM berlangsung dinyatakan bahwa sektor wisata harus dilakukan penutupan, seluruh wisata yang menjadi andalan di Limbangan masih dalam kondisi baik dan selalu dijaga.

Sementara itu Plt. Kepala Disporapar Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi menegaskan, pengelola hanya boleh mempersilakan pengunjung masuk ke tempat wisata setelah menunjukkan bukti vaksinasi.

Maka pihaknya mendorong pengelola wisata agar mendirikan gerai vaksinasi bagi pengunjung yang belum vaksin.

Pelaksanaannya, Disporapar menggandeng Satgas Covid-19 Kecamatan dan Puskesmas setempat guna memastikan semua pengunjung wisata sudah tervaksin.

Penerapan protokol kesehatan itu sangat penting dilakukan sebagai bagian dari upaya mewujudkan berwisata aman di tengah pandemi COVID-19.

Pihaknya menambahkan, perawatan yang terus dilakukan oleh para pengurus wisata bertujuan untuk persiapan apabila izin wisata telah dibuka, seluruh wisata yang berada di Kecamatan Limbangan telah siap dan tidak menunggu lama, lantaran kondisi wisata selalu dijaga.

Harus dipastikan daerah wisata berada di zona hijau dan ada ketersediaan fasilitas penerapan protokol kesehatan, seperti tempat cuci tangan, petugas pemeriksa, dan tempat pemeriksaan.

Protokol kesehatan meliputi, antara lain mencuci tangan, menjaga jarak dan tidak berkerumun. Penerapan protokol itu juga berlaku di fasilitas-fasilitas pendukung wisata seperti hotel, restoran, dan transportasi.

Tempat wisata di zona hijau juga dibuka secara bertahap dengan 50 persen kapasitas maksimal.(Agus Nugroho)
Bagikan Artikel

Rekomendasi