Dukung Presidensi G20 Tahun 2022, Dian Siswarini Kawal Kesetaraan Gender melalui Pengembangan STEM

Sabtu, 28 Agustus 2021 : 00.00

Konferensi Tingkat Menteri G20 tentang Pemberdayaan Perempuan berlangsung di Santa Margherita Ligure, Italia pada Kamis, 26 Agustus 2021/Dok. XL Axiata

Jakarta - Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini menegaskan komitmen untuk mensukseskan Presidensi G20 2022 terutama terkait isu perempuan dan kesetaraan gender dimulai dengan pengembangan STEM atau pembelajaran secara terintegrasi antara pengetahuan, teknologi dan matematika agar mampu memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari

Hal itu disampaikan Dian saat menghaduri Konferensi Tingkat Menteri G20 tentang Pemberdayaan Perempuan berlangsung di Santa Margherita Ligure, Italia pada Kamis, 26 Agustus 2021 .

Turut hadir, Ketua Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Hadriani Uli Silalahi dalam konferensi tersebut mewakili Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Dian Siswarini mengatakan, setelah mengikuti Konferensi Tingkat Menteri G20 tentang pemberdayaan perempuan di Italia, akan terus berkomitmen untuk ikut serta secara aktif mensukseskan Presidensi G20 2022.

Terutama dalam hal isu perempuan dan kesetaraan gender, diantaranya dimulai dengan pengembangan STEM (yaitu pembelajaran secara terintegrasi antara pengetahuan, teknologi dan matematika untuk mengembangkan kreativitas agar mampu memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari).

"Ini sesuai agenda yang telah disepakati bersama dalam konferensi G20 di Italia,” tuturnya dalam keterangan tertulis.

Dalam kesempatan sama, Direktur & Chief Strategic Transformation and Information Officer XL Axiata, Yessie D. Yosetya selaku Chair dari G20 Empower  menambahkan, ke depan, pihaknya dari sektor swasta berkolaborasi dengan Pemerintah, dan Lembaga Masyarakat akan terus berfokus untuk meningkatkan program kepemimpinan perempuan di dunia usaha dan pengembangan talenta para pekerja perempuan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

"Karena tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran perempuan dalam posisi pimpinan merupakan hal mendasar bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara dan dapat digunakan untuk menilai daya saing suatu negara,” ungkapnya.

Hadir pula, Direktur & Chief Strategic Transformation & Information Officer XL Axiata, Yessie D. Yosetya dan Ketua Komite Tetap Bidang Pendidikan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Rinawati Prihatiningsih selaku chair dan co-chair dari G20 Empower.  

Konferensi Tingkat Menteri G20 tentang Pemberdayaan Perempuan ini adalah kali pertama diadakan semenjak G20 dibentuk. Tujuan dari Konferensi ini adalah menciptakan momen untuk mem-fokus-kan perhatian secara transversal pada isu pemberdayaan perempuan, menyatukan pemerintah dan aktor non-pemerintah.

Kehadiran 4 orang perwakilan Indonesia dalam konferensi di Italia diantaranya adalah untuk menyampaikan pendapat mengenai issue perempuan sekaligus melakukan observasi dan persiapan Indonesia dalam rangka Presidensi G20 di tahun 2022 mendatang. Seperti diketahui, Indonesia akan menjadi Presidensi G20 dan tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.  Indonesia sebagai Presidensi G20 akan mengangkat tema Recover Together, Recover Stronger.

Staf Ahli Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa, dan SDA, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian/Co-Sherpa G20 Indonesia, “Dr. Raden Edi Prio Pambudi, SE, MA mengatakan “Salah satu isu yang dibahas dalam Ministerial Conference on Women’s Empowerment tahun 2021 adalah peran perempuan dalam kewirausahaan UMKM di masa digitalisasi.

Indonesia harus mengambil kesempatan ini untuk menaikkan kapasitas perempuan agar turut berkontribusi dalam memulihkan perekonomian melalui usaha keluarga. Dengan lebih dari 133 juta perempuan di Indonesia, menjadi modal SDM yg besar untuk menggerakkan sektor produktif.”

Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA, Lenny N Rosalin SE, M.Sc, M.Fin mengatakan,”Indonesia akan terus memperkuat komitmen untuk memastikan pelaksanaan pengarusutamaan gender, perlindungan hak perempuan, pemberdayaan perempuan baik itu di tingkat Nasional maupun global.  

"Kami akan terus mengawal isu-isu ini, bagaimana mengurangi kesenjangan gender di berbagai bidang pembangunan," imbuhnya.  

Komitmen dan semangat ini akan diwujudkan nantinya melalui presidency Indonesia pada Ministerial Conference on Women’s Empowerment 2022.  

"Kami berharap agar seluruh elemen pemerintah, swasta, lembaga masyarakat, dunia usaha , media dan akademisi untuk dapat memanfaatkan momentum ini agar memberikan perhatian terhadap implementasi upaya-upaya pemberdayaan perempuan, mewujudkan kesetaraan gender dan memenuhi hak-hak perempuan terutama di Indonesia,” tukasnya.

Ketua KOWANI, Hadriani Uli Silalahi mengatakan, “Presidensi G20 perlu perencanaan yang matang di tingkat Ministerial, Working Group, dan Engagement Groups baik dari segi substansi dan teknis.

Sebagai bagian dari Engagement Group W20, memiliki tanggung jawab untuk memastikan kelancaran presidensi Indonesia di Tahun 2022. Untuk itu, kami didukung oleh Kantor Sherpa G20 Indonesia, mewakili pemerintah Indonesia menghadiri G20 Ministerial of Women Conference untuk melakukan observasi sebagai usaha persiapan.”

Ketua Komite Tetap Bidang Pendidikan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Rinawati Prihatiningsih hadir memenuhi undangan Menteri “Equal Opportunities and Family”, Italy, Elena Bonetti sebagai salah satu pembicara dalam Konferensi Tingkat Menteri ini.

Pada sesi dengan tema “STEM, Financial and Digital Literacy, Environment and Sustainability”, Rinawati menyampaikan, “kemajuan yang signifikan untuk pemberdayaan perempuan terkait pemberdayaan di bidang STEM, Literasi Keuangan dan Digital untuk perempuan dapat dicapai apabila adanya koordinasi dan kerjasama seluruh pemangku kepentingan di tingkat nasional dan global dalam pelaksanaan program, kebijakan dan implementasi.

Disamping itu, pentingnya tindak lanjut berdasarkan perspektif gender dalam pengukuran, pemantauan dan evaluasi program, kebijakan dan implementasinya, sehingga dapat mempertimbangkan kesenjangan, tantangan serta peluang untuk mengatasinya serta memastikan capaian yang dihasilkan.”

G20 Empower merupakan aliansi yang diluncurkan pada Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Osaka, Jepang pada tahun 2019. G20 Empower sendiri bertujuan untuk membangun dan mendukung jejaring sektor swasta di negara-negara anggota G20 dalam mengidentifikasi tantangan dan mendukung kemajuan kepemimpinan perempuan di sektor swasta. 

Keanggotan G20 Empower Indonesia saat ini diwakili oleh focal point yang terdiri dari perwakilan Kemen PPPA, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Kongres Wanita Indonesia ( KOWANI ), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), dan PT. XL Axiata, Tbk. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi