Cara Menggapai Kebahagiaan Dunia ala Gus Baha

Minggu, 22 Agustus 2021 : 11.15

K.H. Ahmad Bahauddin, lebih dikenal sebagai Gus Baha/Dok. Bidik Layar twitter@NgajiGusBaha
Denpasar - K.H. Ahmad Bahauddin, lebih dikenal sebagai Gus Baha berbagi pandangan bagaimana seharusnya manusia meraih kebahagiaan di dunia yang sejatinya sangat sederhana.

Melalui unggahan akun media sosial pribadinya, Gus Baha berkisah bagaimana cara dirinya mendapatkan kebahagiaan.

"Saya hampir tiap pagi ngajak putri saya keliling jalan-jalan untuk mencukupi bahagia saya," cuitnya dikutip Kabarnusa.com dari akun @kyai_think, pada Minggu (22/8/2021).
 
Menurut ulama Nahdlatul Ulama yang berasal dari Kabupaten Rembang itu, manusia memang membutuhkan rasa bahagia dalam hidupnya.

Namun, tetap diingatkan dalam menggapai kebahagiaan hidup di dunia itu harus dalam bingkai agama.

"Kita manusia butuh bahagia, tapi gak harus maksiat dulu untuk bahagia dan gak perlu melakukan hal yang buruk," ucap Kyai yang identik dandanan kopiah atau songkok khas tersebut.

Putra ulama Nursalim Al-Hafizh itu, menuturkan, pada dasarnya Allah telah menyiapkan begitu banyak kesenangan atau sumber kebahagiaan di dunia.

Tentunya, sumber kebahagiaan itu dalam garis yang dirodhoi Allah atau hal-hal yang diperbolehkan menurut ajaran agama.

"Allah menyiapkan sekian kesenangan dari hal-hal yang dibolehkan," demikain Gus Baha di akhir unggahannya.

Warganet banyak yang memberikan tanggapan positif atau like seperti Ali Munthoha dengan akun @ali_munthoha

"Pencerahan yg luar buasa..logis, ringan tapi jarang orang menyadari..suwun yi," cuitnya.

Sementara akun @bikingemeys, juga membalasan cuitan Gus Baha dengan mengatakan, manusia butuh bahagia, bukan harus bahagia, karena memang bahagia itu terkadang sulit dicapai.

Demikian juga, Misbakhuddin Sirahan pemilik akun @MisbakhuddinSi7, membalas positif cuitan Gus Baha.

"Berbahagialah.. Orang- orang yang dikaruniai bisa berbahagia dengan cara yang halal dan benar," sambungnya.

Sebab, menurutnya, tidak sedikit orang memahami bahwa berbahagia itu dengan bersenang-senang yang keluar dari koridor agama. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi