BI: Kebijakan PPKM Darurat Akibatkan Penurunan Kemampuan Sosial Ekonomi di Bali

Sabtu, 14 Agustus 2021 : 11.29

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho/Dok. Kabarnusa
Denpasar - Penerapan PPKM darurat di Jawa Bali sejak 3 Juli 2021 dan terakhir pemerintah kembali memberlakukan perpanjangan PPKM level 4 mulai 10 hingga 16 Agustus 2021 di Pulau Jawa – Bali memberi memberi dampak yang signifikan bagi masyarakat yakni penurunan kemampuan sosial ekonomi. 

Selain itu juga terjadi kesulitan pemenuhan kebutuhan dasar, terutama pangan, bagi masyarakat ekonomi ke bawah. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengungkapkan, kesulitan tersebut berpotensi mengakibatkan lemahnya imunitas masyarakat, sehingga upaya pencegahan covid-19 tidak dapat dilakukan secara optimal.

Menyikapi  fenomena tersebut, Bank Indonesia melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupaya berperan aktif dalam penanggulangan pandemi covid-19. 

Pada kesempatan ini, kita akan bersama-sama menyaksikan penyerahan 2.500 paket sembako penanggulangan covid-19. 

"Bantuan ini nantinya akan disalurkan kepada warga yang terdampak covid-19 secara bertahap," ungkap Trisno dalam keterangannya Jumat 13 Agustus 2021.

Pihaknya bekerja sama dengan Kelian Adat Banjar Gunung dan Perbekel Peguyangan Kaja melalui I Gusti Agung Rai Wirajaya selaku Anggota Komisi XI DPR RI.

"Kami berharap agar bantuan yang kami berikan dapat bermanfaat bagi seluruh warga yang terdampak Covid-19," imbuhnya. 

PPKM darurat ini dalam jangka pendek sedikit menjadi pil pahit untuk perkembangan perekonomian, namun untuk jangka panjang akan menjadi recovery terbaik untuk perbaikan perekonomian Bali. 

Kebijakan ini akan menekan angka penyebaran covid-19. Jika angka covid-19 terkendali akan semakin mempercepat perbaikan perekonomian di Bali. (rhm)


Bagikan Artikel

Rekomendasi