BI: Digitalisasi Produk dan Pemasaran UMKM Dorong Perekonomian RI

Selasa, 31 Agustus 2021 : 01.00

Denpasar - Peran UMKM dalam perekonomian Indonesia dapat diakselerasi dengan digitalisasi, baik dari sisi produksi maupun dari sisi pemasaran.

Hal itu terungkap dalam kegiatan digelar Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana dalam kuliah umum kebansentralan bertajuk “Peran dan Fungsi Bank Indonesia (BI) dalam Pemulihan Ekonomi pada Masa Pandemi”. 

Narasumber dalam kegiatan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Rizki Ernadi Wimanda, dan Asisten Manager di Unit Pengelolaan Uang Rupiah, Gerhard Revilino. 

Acara dihadiri secara daring lebih 350 peserta yang merupakan pengajar dan mahasiswa S1, S2, dan S3 pada Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Udayana.  

Koordinator Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana, Dr. Dra. Anak Agung Istri Ngurah Marhaeni, mengharapkan agar kuliah umum ini dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai peran dan fungsi BI sebagai Bank Sentral di Indonesia.

 "Terutama mengenai kebijakan terkini BI dalam mendorong pemulihan perekonomian di masa pandemi Covid-19," harapnya. 

Dalam paparannya, Rizki menjelaskan, perbedaan bank sentral dengan bank komersial, kedudukan BI dalam tata negara, visi, misi, tujuan dan tugas BI. 

Rizki juga menjelaskan bagaimana BI meramu kebijakan yang dimilikinya (policy mix), yaitu kebijakan moneter, kebijakan makroprudensial, dan kebijakan system pembayaran, serta kebijakan pendukung setiap bulan. 

Dalam prakteknya BI tidak bisa bekerja sendiri, tetapi harus berkoordinasi dengan pemerintah dan lembaga lain, terutama OJK dan LPS dalam menjaga kestabilan sistem keuangan. 

Guna membantu pemerintah dalam mengatasi defisit fiskal yang besar selama masa pandemi ini, BI membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana. 

Rizki juga menjelaskan pentingnya peran UMKM dalam perekonomian Indonesia. Peran UMKM ini dapat diakselerasi dengan digitalisasi, baik dari sisi produksi maupun dari sisi pemasaran. 

Dalam memastikan kelancaran sistem pembayaran, Gerhad menjelaskan tugas dan peran Bank Sentral dalam mencetak dan mengedarkan uang Rupiah. Bank Indonesia merupakan satu-satunya lembaga yang memiliki hak tunggal untuk mengeluarkan dan mengedarkan uang kertas dan uang logam. 

Selain itu, dijelaskan juga peranan Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa dan peranannya dalam perekonomian, dengan tagline 3 Cinta, 3 Bangga dan 3 Paham. (rhm)


Bagikan Artikel

Rekomendasi