Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur 15 Desa di Magelang

Rabu, 11 Agustus 2021 : 13.32
Erupsi Gunung Merapi dengan memuntahkan awan panas guguran (APG) terjadi pada jarak luncur 2.500 meter ke arah barat daya pada Selasa (10/8) pukul 20.27 WIB/Dok. BNPB.

Jakarta - Sedikitnya 15 desa di Kabupaten Magelang Jawa Tengah terdampak abu vulkanik yang disemburkan Gunung Api.

Erupsi Gunung Merapi dengan memuntahkan awan panas guguran (APG) terjadi pada jarak luncur 2.500 meter ke arah barat daya pada Selasa (10/8) pukul 20.27 WIB. 

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), dalam hasil olahan datanya menunjukkan awan panas guguran tersebut terekam di seismogram dengan aplitudo 55 milimeter dengan durasi 157 detik.

Guguran awan panas tersebut sekaligus menunjukkan aktivitas Gunung Merapi masih sangat tinggi. 

Erupsi juga terjadi sebelumnya pada Minggu (8/8/2021). 

Kala itu, awan panas guguran yang meluncur hingga 3.000 meter ke arah barat daya. Beberapa kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter juga terpantau menuju ke arah yang sama.

Sebagaimana dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang APG tersebut kali ini juga memicu terjadinya hujan abu tipis di 19 desa dan 7 kecamatan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Desa yang mendapat guyuran hujan abu  meliputi Desa Paten dan Desa Sengi di Kecamatan Dukun, Desa Ketep dan Desa Wonolelo Kecamatan Sawangan, Desa Pakis, Desa Gejagan, Desa Rejosari, Desa Banyusidi, Desa Ketundan, Desa Petung dan Desa Daleman Kidul di Kecamatan Pakis, Desa Pucungsari, Desa Pesidi dan Desa Lebak di Kecamatan Grabag, Desa Kaliurang di Kecamatan Srumbung, Desa Kebonagung di Kecamatan Tegalrejo, Desa Karangkajen, Desa Donorejo dan Desa Krincing di Kecamatan Secang.

Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edi Wasono melalui pesan singkat melaporkan, perkembangan asesmen di lapangan, terjadinya hujan abu vulkanik juga dipengaruhi oleh faktor angin. 

Hal itu kemudian yang juga menjadi faktor meluasnya cakupan wilayah hujan abu yang awalnya hanya dilaporkan berdampak pada tujuh desa kemudian berkembang menjadi 19 desa.


Dikatakan Edi, luncuran awan berdampak pada hujan abu karena terbawa angin dan menyebar di berbagai desa.

Sejauh ini Edi juga melaporkan bahwa kondisi secara umum masih dalam keadaan aman dan terkendali. Pihaknya juga terus bersiaga selama 24 jam dan melakukan koordinasi bersama BPPTKG serta lintas unsur terkait untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi.

“Kondisi aman. Aktivitas masyarakat masih terpantau aman dan tidak terganggu. Kita tetap siaga 24 jam,” Edi menambahkan. (rhm)



Bagikan Artikel

Rekomendasi