WN Rusia Dideportasi, Ogah Pakai Masker dan Tolak Isoman Selama di Bali

Kamis, 22 Juli 2021 : 00.00
Ilustrasi di Bandara Ngurah Rai Bali/Dok. Kabarnusa

Denpasar - Lantaran menolak memakai masker maupun isolasi mandiri selama di Bali Warga Negara Rusia Ahzhelika Naumenok akhirnya dideportasi.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jamaruli Manihuruk menyatakan, WNA itu telah nyata telah melanggar protokol kesehatan sesuai Pergub Bali No. 10 Tahun 2021.

Melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kanwil Kemenkumham Bali kembali mendeportasi warga negara asing Rusia dikarenakan melanggar protokol kesehatan yang ada di Indonesia.

Ahzhelika diterbangkan kembali ke negaranya setelah menolak melaksanakan isolasi mandiri berdasar hasil test swab PCR ternyata yang bersangkutan positif Covid-19. Bahkan, dia sengaja melakukan aktivitas dan bertemu banyak orang tanpa menggunakan masker.

“Atas pelanggaran tersebut, Satpoll PP Badung menjemput yang bersangkutan dan secara paksa dan ditempatkan di hotel di Kuta untuk menjalani isolasi mandiri, sedangkan paspornya ditahan di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai,” jelasnya, Rabu (21/7/2021).

Setelah menjalani isolasi mandiri yang bersangkutan dinyatakan negatif Covid-19 sesuai hasil test swab PCR yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan UPTD.

Petugas Kantor Imigrasi Ngurah Rai telah melakukan pemeriksaan dan diketahui yang bersangkutan datang ke Indonesia pada Bulan Februari Tahun 2020 dengan izin tinggal kunjungan berlaku hingga 10 Juli 2021 dan telah memiliki e-Visa yang berlaku hingga 6 Agustus 2021.

Sesuai surat rekomendasi Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali dan hasil pemeriksaan oleh petugas Imigrasi Ngurah Rai yang bersangkutan dikenakan tindakan administrasi keimigrasian yaitu dideportasi dari wilayah Indonesia sesuai dengan Pasal 75 Undang-Undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Dalam regulasi itu, dimana setiap orang asing yang berada di Wilayah Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi