Wagub Bali Laporkan Penanganan hingga Penindakan Pelanggaran Prokes di Rakor Kampanye 3M

Sabtu, 24 Juli 2021 : 06.57
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati/Dok. Pemprov Bali

Denpasar - Berbagai upaya penanganan kasus Covid-19 termasuk kampanye 3M hingga penindakan terhadap pelanggaran protokol kesehatan selama ini telah dilakukan Pemprov Bali.

Hal itu dilaporkan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat mengikuti Rapat Koordinasi yang digelar oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan Jumat 23 Juli 2021.

Rakor terkait Kampanye 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan) yang digelar secara daring. Cok Ace melaporkan bahwa terkait kampanye 3M Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota sudah mengkampanyekan hal tersebut.

Disamping itu tindakan tegas juga diambil dari konsekuensi tidak menerapkan 3M, salah satu contoh ketegasan itu dilihat dari kerjasama Pemprov Bali dengan Kanwil Kemenkumham Bali dalam menindak para WNA yang tidak mengindahkan 3M, dimana telah dilaksanakan deportasi bagi WNA yang tidak menaati 3M.

Diakuinya, kasus covid-19 di Bali masih cukup tinggi dimana selain dengan mengkampanyekan 3M dan juga telah mengikuti kebijakan PPKM Darurat.

Pihaknya berharap masyarakat akan semakin sadar dan peduli tentang penyebaran virus ini serta secara bersama-sama mengindahkan aturan yang dibuat oleh pemerintah.

Selain itu, dilaporkan juga bahwa sejalan dengan trend kasus yang meningkat, maka Pemprov Bali saat ini sedang memprioritaskan pelayanan fasilitas kesehatan baik dari segi obat-obatan, tenaga kesehatan maupun ketersediaan tempat tidur di Rumah Sakit.

Dengan demikian pasien-pasien Covid-19 dapat tertangani dengan cepat. Namun yang menjadi kendala saat ini adalah ketersediaan oksigen yang semakin menipis. Untuk itu Wagub Cok Ace berharap pemerintah pusat dapat membantu Bali dalam pemenuhan ketersediaan oksigen.

Menteri Koodinator Bidang Maritim dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa dalam memaksimalkan kampanye 3M maka fungsi posko pada Desa/Kelurahan harus lebih digenjot lagi.

Menurutnya masih banyak masyarakat yang tidak paham atau bahkan abai dengan pentingnya 3M tersebut. Dia meminta keterlibatan dari tokoh-tokoh agama dalam membantu pemerintah mensosialisasikan pentingnya 3M dalam mencegah virus covid-19.

“Semakin banyak yang bergerak maka masyarakat akan semakin paham,” ujarnya.

Selain pembahasan mengenai metode kampanye 3M, dalam rakor tersebut juga dibahas terkait skema penyaluran banyuan masker serta vitamin C,D,Zink dan Ivermectin untuk masyarakat. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi