Survei BI Bali Berikan Gambaran Perkembangan Ekonomi Regional dan Nasional

Kamis, 15 Juli 2021 : 21.55
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho/Dok. BI Bali

Denpasar - Kinerja ekonomi diharapkan dapat tergambar dari hasil survei seperti dilakukan Bank Indonesia Provinsi Bali yang juga menjadi salah satu tools dalam memberikan gambaran komprehensif tentang perkembangan ekonomi secara regional maupun cakupan nasional.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menyatakan hal itu saat membuka Diseminasi terkait Perkembangan Ekonomi Bali Terkini yakni kondisi triwulan II 2021 secara daring, Kamis (15/7/2021).

Dalam kesempatan itu, Trisno memaparkan, beberapa minggu terakhir, kasus COVID-19 di Indonesia menyentuh angka yangtinggi sehingga mendorong pemerintah menetapkan adanya PPKM Darurat termasuk juga di provinsi Bali.

Meskipun demikian, vaksinasi COVID-19 yang terus digencarkan pemerintah dengan target vaksinasi 1 juta per hari, bahkan Presiden Jokowi mengarahkan untuk dinaikkan menjadi 2 juta per hari pada bulan Agustus nanti tentunya akan memberikan optimisme terhadap pemulihan kondisi Indonesia ke depan termasuk dalam hal perekonomian.

Pada masa yang penuh dengan ketidakpastian terutama dalam pandemi COVID-19 seperti saat ini, peran data dan informasi terutama melalui survei menjadi hal yang penting.

Data dan informasi tersebut berperan sebagai leading indicator penyusunan perkiraan perkembangan perekonomian ke depan yang pada akhirnya bermuara untuk menentukan arah kebijakan perekonomian nasional.

Bank Indonesia saat ini berupaya agar analisis dan asesmen yang disusun selalu forward looking terhadap perekonomian ke depan. Dengan demikian, kebijakan yang diambil dapat bersifat mengantisipasi atau mendahului situasi yang mungkin akan terjadi ke depan.

"Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan berbagai survei baik yang bersifat rutin maupun insidentil yang dilaksanakan di seluruh provinsi di Indonesia termasuk Bali," imbuhnya.

Survey yang dilakukan Bank Indonesia bertujuan untuk mengetahui secara lebih dini mengenai perkembangan harga dan kondisi perekonomian ke depan.

"Kami secara rutin melakukan survey untuk mengetahui bagaimana perkembangan perekonomian baik dari sisi rumah tangga maupun dunia usaha," tuturnya.

Beberapa survei dilakukan adalah pertama Survey Konsumen (SK) untuk mengetahui perkiraan konsumsi Rumah Tangga ke depan.

Kedua Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) untuk mengetahui indikasi perkembangan kegiatan ekonomi di sektor riil secara triwulanan, serta ketiga Survei Penjualan Eceran (SPE) untuk melihat pergerakan nilai penjualan di tingkat eceran.

Bank Indonesia Provinsi Bali juga menyelenggarakan survei insendenti sesuai dengan kondisi dan kebutuhan data terkini.

Terdapat juga pemaparan mengenai Dampak Bantuan Sosial Terhadap Pola Konsumsi kepada 160 responden masyarakat di Provinsi Bali yang menerima bantuan sosial dari Pemerintah.

Trisno menegaskam survei-survei dilakukan oleh Bank Indonesia tersebut juga sesuai dengan best practice yang dilakukan oleh bank-bank sentral di beberapa negara maju maupun negara berkembang lainnya.

Kinerja ekonomi diharapkan dapat tergambar dari hasil survei serta menjadi salah satu tools yang kuat dalam memberikan gambaran komprehensif tentang perkembangan ekonomi secara regional maupun cakupan nasional.

"Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi masukan bagi kita semua dalam menetapkan kebijakan tentunya dengan tujuan mempercepat pemulihan ekonomi di Bali," tandasnya.

Di samping itu, kegiatan diseminasi survey ini juga rutih lakukan dengan harapan pemanfaatan hasil survei menjadi semakin luas. Kami juga mengharapkan feedback atau masukan dari Bapak/Ibu/hadirin, dalam upaya kami meningkatkan kualitas survei serta hasil kajian Bank Indonesia.

Turut menjadi narasunber Senior Econom of Institute Development Economy and Finance (INDEF), Dr. Aviliani, dan Kepala Bappeda Provinsi Bali, I Wayan Wiasthana Ika Putra. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi