PPKM Bukan Halangan, Umat Islam Tetap Khusyuk Jalankan Ibadah

Kamis, 29 Juli 2021 : 10.51
Warga muslim Perumahan Dewata Permai saat pemotongan hewan kurban di Hari Idul Adha/Dok. Kabarnusa

Badung - Penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak 3 hingga 20 Juli dilanjutkan pelonggaran PPPKM level 4 sampai 2 Agustus mendatang, tidak menghalangi kehusyukan umat Islam dalam beribadah di rumah termasuk saat merayakan Hari Idul Adha 1442 Hijriyah.

Belum redanya pandemi Covid-19 di Tanah Air termasuk di Bali, membuat pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mencegah penyebaran virus yang awalnya berasal dari Wuhan China.

Pemerintah pusat hingga daerah kompak dalam mengimplementasikan PPKM, guna menahan laju kasus Covid-19.

Umat Islam di Bali juga merasakan dampak dari pandemi ini, khususnya dalam kegiatan peribadatan di Masjid atau Musala seiring kebijakan PPKM.

Meski demikian, demi kepentingan yang lebih besar atau untuk kebaikan, kemaslahatan umat agar terhindar dari penyebaran Covid-19 yang makin mengganas, maka dengan kesadaran melaksanakan semua aturan dan kebijakan yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga: Bali Sepakat Semua Kabupaten dan Kota Terapkan PPKM Level 4

Salah satu komunitas warga muslim di Perumahan Dewata Permai Desa Sading Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung, misalnya, sejak pandemi melanda, cukup disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan atau prokes sebagaimana menjadi himbauan pemerintah.

"Kami melihat, pandemi ini masih berlangsung sehingga partisipasi masuyarakat khususnya warga muslim, memiliki andil besar untuk mencegah Covid-19 agar tidak semakin meluas," kata Ketua Kolompok Warga Muslim "ALfattah" Perumahan Dewata Permai Mulyadi, awal pekan ini.

Dia mencontohkan, kegiatan salat berjamaah lima waktu yang sebelumnya dilaksanakan di musala setempat, dengan adanya pandemi ini, dibatasi dan warga disarankan untuk melaksanakannya di rumah masing-masing.

Demikian juga, saat Hari Raya Kurban atau Idul Adha 20 Juli lalu, guna mencegah kerumunan saat salat Idul Adha sehingga pelaksanannya di rumah masing-masing. Diatur menjadi 12 titik, dimana setiap rumah dipakai untuk salat untuk beberapa keluarga yang berdekatan.

Baca Juga: Bansos Harus Tepat Sasaran, PKK Bali 'Menyapa dan Berbagi'

Juga, saat pemotongan dan pembagian hewan kurban, tetap mematuhi prokes sebagaimana himbauan pemerintah, dengan waktu pelaksanaanya digelar satu hari, setelah Salat Idul Adha.

"Alhamdulillah, pelaksanannya berjalan lancar, kami patuhi prokes, selalu memakai masker, menyediakan handsanitizer dan tempat cuci air mengalir serta menjaga jarak," sambung Mulyadi, pengusaha bengkel asal Jember , Jawa Timur ini.

Demikian juga saat pembagian daging kurban ke seluruh warga perumahan, untuk mencegah kerumunan, maka panitia yang mendatangi rumah ke rumah saat menyerahkan daging kurban.

Pelaksanannyapun sudah dikoordinaasikan dan mendapat pemantauan petugas terkait baik aparat keamanan, desa adat setempat sehingga bisa berjalan aman dan lancar.

Baca Juga: Rangkul IKALUIN, Yayasan AHM Salurkan Sembako Bagi Nakes

Pendek kata, meskipun ada PPKM, tidak menjadi kendala berarti bagi umat Islam dalam merayakan Idul Kurban maupun saat kegiatan keagamaan lainnya.

Hal sama disampaikan Imam Sanusi, tokoh muslim setempat, pihaknya terus membangun kesadaran warga agar mematuhi himbauan pemerintah khususnya saat ini saat pandemi.

Dicontohkan, tempat ibadah selalu dijaga kesucian dan kebersihannya yang mewajibkan semua warga yang akan beribadah selalu memakai masker, menyediakan hand sanitizer atau wastafel untuk mencuci tangan serta menjaga jaga jarak, mencegah kerumunanan.

"Kami tetap mematuhi prokes sebagaiamana himbauan pemerintah, saat beribadah seperti salat atau pengajian," imbuhnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi