Penuhi Janji, Bupati Dana Angggarkan Rp1,2 Miliar Bangun Jembatan Rusak Subagan Asak

Selasa, 27 Juli 2021 : 00.00

Bupati Karangasem I Gede Dana meninjau jembatan rusak/Dok. Pemkab Karangasem

Amlapura - Bupati Karangasem I Gede Dana, memastikan proyek fisik jembatan Jembatan Subagan-Asak yang ambruk segera dikejakan dengan anggaran Rp 1,2 miliar. 

Bupati Gede Dana turun ke lokasi memastikan pengerjaannya tidak lagi asal-asalan, sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu lama bagi masyarakat sekitar, Senin 26 Juli 2021. 

Masyarakat merasakan dampak dari ambruknya jembatan ini Jalur ini merupakan salah satu jalur alternatif utama yang cukup padat menuju Kota Amlapura maupun sebaliknya. ejak ambruk, warga memutar cukup jauh untuk menuju Kota Amlapura.

Setelah pembangunan jembatan ini dipastikan dapat dikerjakan tahun ini, masyarakat sekitar menyambutnya dengan gembira atas cara kerja Pemkab Karangasem dibawah kepemimpinan Bupati Gede Dana.

Saat Gede Dana turun ke lokasi bersama Anggota DPRD Karangasem dapil Kecamatan Karangasem Nyoman Winata dan Anggota DPRD Karangasem lainnya Nengah Suparta, Camat Karangasem Cokorda Alit Surya Prabawa, Kabid Bina Marga Dinas PU Karangasem I Wayan Surata Jaya, Lurah Subagan Ida Ketut Putra.

Banyak hal ditanyakan mulai awal kenapa jembatan ini ambruk, hingga detail struktur jembatan yang akan dibangun, guna memastikan agar pembangunan jembatan ini mampu bertahan lama. 

Sebab, jika sampai ambruk lagi setelah menghabiskan dana miliaran rupiah, pemerintah daerah khususnya Bupati Gede Dana akan sangat malu kepada masyarakat sekitar. 

“Saya ingin pastikan jembatan ini dibangun dengan baik. Jangan cepat jebol lagi. Masyarakat juga harus ikut serta mengawasi pengerjaannya,” kata Dana. 

Pihak kontraktor pelaksana, diperingatkan, agar mampu menghasilkan fisik jembatan sesuai perencanaan. Sebab, ekspektasi masyarakat terhadap jembatan ini sangat besar, 

Warga dari kedua desa selama ini sangat terbantu dengan adanya jembatan ini. Situasi demikian terlihat ketika jembatan ini bertahun-tahun rusak tanpa ada perbaikan dari pemerintah daerah sehingga diprotes warga. (nik)


Bagikan Artikel

Rekomendasi