Banyak Perusahaan Kesulitan Bayar Pajak, Penerimaan DJP Bali Minus 19,58 Persen

Rabu, 28 Juli 2021 : 19.25
Plt. Kepala Kanwil Ditjen Pajak Bali Belis Siswanto Pada penurunan pendapatan pajak di semester 1 mencapai minus 19,58% dikarenakan pada masa pandemi.

Denpasar - Karena banyak perusahaan kesulitan membayar pajak sebagai dampak pandemi Covid-19 mengakibatkan penerimaan pajak di Bali turun 19,58 persen atau terealisasi Rp 3,479 Miliar.

Hal itu disampaikan Plt. Kepala Kanwil Ditjen Pajak Bali : Belis Siswanto . pada konferensi pers di gedung Kanwil DJPb Provinsi Bali, GKN I Renon pada (28/07/2021).

Pada penurunan pendapatan pajak di semester 1 sebesar minus 19,58% dikarenakan pada masa pandemi. Pada semester 1 mengalami penurunan pertumbuhan minum 19,58 % dengan realisasi Rp 3,479 miliar pada masa pandemi ini.

"Hal itu dikarenakan banyak perusahaan yang mengalami kesulitan untuk membayar pajak dan kami tidak memaksa mereka untuk membayar pajak,” ujar Belis. Pada bidang pajak penghasilan mengalami penurunan dipertumbuhan minus 22,80% dengan nilai realisasi Rp.2,488 miliar.

Untuk pencapaian sebesar 80,16 % di tahun 2020 sebesar Rp.3,223 miliar di bidang PPN (Pajak Pertambangan Nilai) nilai realisasi Rp.925 miliar mengalami pertumbuhan -12,14% dan pencapaian sebesar 95,10%.

Sektor usaha mengalami penurunan kecuali di sektor administrasi keuangan dan konstruksi yang mengalami kenaikan dikarenakan pemerintah lagi meningkatkan pembangunan agar terciptanya lapangan pekerjaan.

Sektor konstruksi mengalami kenaikan sebesar 12,57 % dan sektor administrasi keuangan sebesar 9,83%. Belis juga menyampaikan bahwa insentif pajak diperpanjang hingga akhir tahun 2021 pada 31 Desember 2021.

Adapun yang diinsentifkan PPH 21 DTP,insentif UMKM, Insentif PPh Pasal 22 Impor,Insentif PPN,Insentif Angsuran PPh Pasal 25. (lif)

Bagikan Artikel

Rekomendasi