OJK Bali Nusra Siapkan Program Percepatan Vaksinasi Cegah Penyebaran Covid-19

Jumat, 09 Juli 2021 : 06.50
Vaksinasi Covid-19 diselenggarakan OJK Regional 8 Bali-Nusra bekerjasama dengan Bank Indonesia di Denpasar, Kamis (8/7/2021)/Dok. Humas Pemprov Bali.

Denpasar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali-Nusra bekerjasama dengan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali menggelar program percepatan vaksinasi untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Hingga kini, penyebaran virus Covid-19 kian meluas setelah munculnya sejumlah varian baru.

"Untuk itu, perlu melakukan vaksinasi kekebalan dan daya tahan imun tubuh untuk mengurangi resiko yang akan ditimbulkan apabila virus Covid-19 menjangkiti tubuh kita,” ungkap Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra.

Indra selaku Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali menyatakan setelah meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 diselenggarakan oleh OJK Regional 8 Bali-Nusra yang bekerjasama dengan Bank Indonesia di Denpasar, Kamis (8/7/2021).

Virus Covid-19 tidak mudah diusir dari muka bumi selain tidak terlihat virus Covid-19 yang menyerang kekebalan imunitas ini tergolong cepat bereaksi.

Indra mengungkapkan, tingkat penyebaran virus Covid-19 yang mengalami peningkatan disinyalir akibat mobilitas penduduk Bali relatif masih cukup tinggi, sehingga PPKM Darurat menjadi langkah kembali dilakukan pemerintah Provinsi Bali.

Kata Indra, pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat ini pada dasarnya berfungsi membatasi dan mengendalikan mobilitas penduduk.

Mobilitas penduduk ini masih berpotensi menyebarkan Covid-19, mengingat pertumbuhan harian Covid-19 di Bali semakin memperlihatkan dinamika yang naik.

Sudah menjadi kewajiban bersama melakukan pengendalian pembatasan mobilitas penduduk dengan mentaati Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 09 Tahun 2021 yang mengatur tentang ketentuan work from home (WFH) dan work from office (WFO).

Dalam aturan itu, ketentuan persentase jumlah pegawai yang hadir pada sektor pekerjaan yang esensial dan pembatasan jam operasional bagi sektor perekonomian berupa mall di luar pusat perdagangan, warung hingga pasar senggol disepakati tutup sampai pukul 20.00 wita.

Angka positif Covid-19 yang saat ini terus mengalami peningkatan juga menjadikan pintu masuk Bali sebagai perhatian dan fokus yang dilakukan pemerintah.

Pintu masuk melalui udara Bandara Ngurah Rai, memberlakukan ketentuan khusus penumpang wajib menunjukkan sertifikat vaksin dan surat keterangan bebas Covid-19 (negative) berbasis PCR.

"Syarat itu menunjukkan sertifikat vaksin dan surat keterangan bebas Covid-19 (negative) berbasis PCR," imbuh Indra.

Pemberlakuan ini juga dilakukan di pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Padangbay dan Pelabuhan Benoa. Pemberlakuan tes skrining juga akan dilaksanakan di Terminal Mengwi sebagai Terminal Keberangkatan Bus AKAP.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Giri Tri Broto mengatakan kegiatan ini sebagai langkah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 yang tetap diimbangi dengan program percepatan vaksinasi Covid-19.

OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara mentarget sebanyak 9.545 orang dari total 335 ribu seluruh Indonesia yang difasilitasi oleh Kementerian Kesehatan RI bagi pegawai lembaga jasa keuangan, keluarga pegawai, nasabah lembaga jasa keuangan dan masyarakat umum serta termasuk anak-anak usia 12-17 tahun.

Program percepatan vaksinasi Covid-19 Otoritas Jasa Keuangan Regional 8 Bali Nusra ini dihadiri juga Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Trisno Nugroho dan sejumlah pejabat terkait. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi