OJK Bali Gelar Vaksinasi Diisi Edukasi Waspada Investasi Ilegal

Selasa, 13 Juli 2021 : 19.11
Vaksinasi kerja sama PT BPD Bali dan PT Bank Mandiri (Persero), Tbk Region XI Bali dan Nusa Tenggara menyasar anak-anak sekolah tepatnya di SMA Negeri 3 Singaraja dan SMP Negeri 4 Singaraja/Dok. OJK Bali

Denpasar - Otoritas Jasa Keuangan Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara menggelar vaksinasi di Kabupaten Buleleng yang juga diisi dengan edukasi waspada investasi ilegal.

Vaksinasi kerja sama PT BPD Bali dan PT Bank Mandiri (Persero), Tbk Region XI Bali dan Nusa Tenggara menyasar anak-anak sekolah tepatnya di SMA Negeri 3 Singaraja dan SMP Negeri 4 Singaraja pada 12-13 Juli 2021.

Kegiatan difasilitasi Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng dengan jenis vaksin Sinovac. Jumlah peserta vaksinasi di Buleleng adalah sebanyak 2.146 siswa.

Dalam kegiatan vaksinasi tersebut, OJK Bali juga membagikan sanitizer kit kepada para siswa dan edukasi tentang waspada investasi ilegal kepada guru-guru, sedangkan BPD Bali memberikan tabungan simpanan pelajar kepada 32 siswa berprestasi dan Bank Mandiri kepada 30 siswa berprestasi. Masing-masing di SMA Negeri 3 Singaraja dan SMP Negeri 4 Singaraja.

Turut hadir, Sekda Provinsi Bali selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM, Direktur Utama PT BPD Bali I Nyoman Sudharma S.H,M.H, dan Vice President PT Bank Mandiri (Persero), Tbk Region XI Bali dan Nusa Tenggara, Balutan Purba.

Kepala OJK Bali Nusra Giri Tribroto menjelaskan, sebelum diberlakukannya PPKM Darurat, di Bali terus mengalami peningkatan 740 kasus, sementara di Kabupaten Buleleng terjadi peningkatan sebanyak 77 kasus.

"Diharapkan setelah kebijakan PPKM Darurat jumlah kasus di Provinsi Bali akan menurun," kata Giri.

Melihat kondisi memprihatinkan ini, harus dilakukan upaya penanggulangan salah satunya adalah dengan mempercepat vaksinasi di Provinsi Bali untuk menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok dan mengurangi dampak pandemi Covid-19.

Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, terdapat 826.449 penduduk di Kabupaten Buleleng. Target vaksinasi sebesar 70% atau sebesar 578.549 penduduk. Jumlah penduduk yang telah mendapatkan vaksin pertama adalah sebesar 371.277 penduduk atau sebesar 64,17%.

Sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan vaksinasi nasional, OJK melakukan vaksinasi kepada Pegawai, Konsumen Sektor Jasa Keuangan, dan Pelajar sebanyak 335.000 orang di seluruh Indonesia.

Sehingga diharapkan dengan adanya vaksinasi di Kabupaten Buleleng kali ini, dapat segera membantu pencapaian dari target yang ditetapkan pemerintah.

Selain di Buleleng, sebelumnya OJK Bali telah menggelar vaksinasi di Denpasar, kemudian akan dilanjutkan dengan menggelar vaksinasi di Kabupaten Jembrana berkolaborasi dengan PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Bali dan Nusa Tenggara pada tanggal 15-16 Juli 2021.

Selanjutnya kegiatan vaksinasi ini akan dilaksanakan di kabupaten lainnya di Bali berkolaborasi dengan beberapa Lembaga Jasa Keuangan. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi